Kekeringan Melanda Gedangsari, Padukuhan Jelok Jadi Wilayah Paling Parah
- 08 Sep 2026 07:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Kekeringan mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah Kapanewon Gedangsari masih melakukan dropping air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, penanganan kekeringan untuk sementara masih dibackup oleh pihak kapanewon. Dari total sekitar 266 tangki air yang disiapkan, saat ini tersisa sekitar 55 tangki.
“Untuk kekeringan di Gedangsari sementara masih dibackup dari kapanewon. Dari sekitar 266 tangki, saat ini masih tersisa sekitar 55 tangki,” kata Eko, Selasa 8 September 2026.
Selain mengandalkan dropping air dari pemerintah, bantuan juga datang dari berbagai pihak. Sejumlah organisasi dan masyarakat turut menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Di antara pihak yang ikut membantu yakni Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ikatan Keluarga Gunungkidul. Bantuan dropping air juga dilakukan oleh sejumlah pihak secara pribadi,” ujarnya.
Menurut Eko, wilayah yang mengalami kondisi paling parah berada di Padukuhan Jelok, Kalurahan Watugajah. Pemerintah kapanewon telah menyalurkan air untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga RT di wilayah tersebut.
“Yang paling parah soal kebutuhan air itu di Padukuhan Jelok, Watugajah. Kami sudah dropping air untuk tiga RT sebanyak 36 tangki, ditambah dari organisasi dan pribadi juga banyak,” ujarnya.
Selain Jelok, wilayah Kalurahan Serut juga menjadi salah satu daerah yang cukup terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga di sejumlah wilayah terus dipantau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....