Tiga Sekolah Rakyat di DIY Rayakan Dirgahayu Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia
- 17 Agt 2026 18:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Kementerian Sosial RI memusatkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kulon Progo. Kegiatan ini mengolaborasikan tiga Sekolah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tiga sekolah yang dilibatkan dalam kolaborasi ini meliputi Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulon Progo.
Kepala BBPPKS Yogyakarta, Haruman Hendarsah, menyampaikan, kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
"Alhamdulillah pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo memang kami pusatkan melalui kolaborasi antara tiga Sekolah Rakyat bersama BBPPKS Yogyakarta. Kami menumbuhkembangkan rasa kekeluargaan anak-anak dan kolaborasi antar tiga Sekolah Rakyat ini," katanya, Senin, 17 Agustus 2026.
Peringatan HUT ke-81 RI ini turut menghadirkan para pemangku kepentingan dari berbagai instansi sosial, seperti Dinas Sosial Provinsi DIY serta Dinas Sosial dari Kabupaten Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul.
Selain itu, acara ini juga melibatkan ASN P3K dari lingkungan Kementerian Sosial yang tersebar di wilayah DIY, mencakup Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta Ditjen Pemberdayaan Sosial.
"Walaupun Sekolah Rakyat Kulon Progo ini masih baru, kita tetap libatkan. Setelah dilatih, alhamdulillah mereka dapat menampilkan sesi Paskibraka dengan sangat baik. Ada juga penampilan paduan suara dari guru dan tenaga kependidikan," ujarnya.
Rangkaian peringatan kemerdekaan diisi dengan beragam kegiatan edukatif dan hiburan. Haruman Hendarsah mengatakan, Sebelum hari puncak upacara, para siswa mengikuti perlombaan khas kemerdekaan yang terbagi dalam beberapa sesi, seperti Lomba makan kerupuk dan merangkaikan sarung untuk mencairkan suasana dan menghibur para siswa. Perlombaan mengasah pengetahuan intelektual untuk melatih keberanian dan kebiasaan berkompetisi siswa secara positif.
Selain itu juga diadakan Sesi penguatan mental dan motivasi belajar. Pada malam menjelang hari upacara, diadakan renungan suci guna membangkitkan niat dan semangat kejuangan siswa untuk menuntut ilmu di Sekolah Rakyat. Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak Sekolah Rakyat.
Haruman menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang solid tanpa sekat sektoral demi kemajuan Sekolah Rakyat di Indonesia, khususnya di DIY.
"Kita harapkan seluruh Sekolah Rakyat, khususnya di DIY, bisa saling bantu-membantu dalam keluarga besar Sekolah Rakyat. Kita hilangkan ego dan semua berkolaborasi untuk kemajuan Sekolah Rakyat. Baik siswa, guru, tendik, maupun kepala sekolah," tegasnya.
Saat ini, para siswa masih menjalani masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Proses seleksi dan penetapan pengajar serta tenaga kependidikan P3K dijadwalkan selesai pada akhir Agustus 2026, sehingga proses kegiatan belajar mengajar secara normal dapat dimulai pada September 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....