UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi

  • 13 Agt 2026 08:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencakup lebih dari 99% pelaku usaha dan menyuplai 97% lapangan kerja. Namun, tantangan terbesar adalah meningkatkan kelas usaha mikro dan kecil agar Indonesia dapat masuk ke strata negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Caturtunggal, Winarto Hadi, mengatakan pelaku UMKM seharusnya memanfaatkan forum komunikasi menjadi sarana bertukar informasi, memperkuat kerja sama, dan menjembatani hubungan dengan pemerintah guna membantu usaha lokal agar bisa naik kelas.

“Tujuan utamanya adalah memperkuat kapasitas anggota Forkom serta membangun sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kebijakan”, katanya ketika menjadi narasumber dalam Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sementara itu, Dosen STIE YKPN Yogyakarta, Rudy Badrudin, mengatakan usaha mikro umumnya bersifat informal, tidak terhubung ke dalam rantai pasok, tidak didukung oleh pembiayaan formal, dan sangat rentan. Namun, di sisi lain, usaha kecil dan mikro memiliki kemampuan menyesuaikan diri pada perubahan, dan daya lenting yang tinggi dari berbagai krisis ekonomi.

“Pemerintah harus berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan, promosi, bantuan legalitas usaha, akses pasar hingga fasilitasi pembiayaan”, katanya.

Rudy menambahkan UMKM terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar, UMKM mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (Prima Hapsari)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....