Rencana Integrasi Kantin Sekolah dengan Program MBG Masih Dikaji

  • 06 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah berencana mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kantin sekolah. Wacana tersebut kini masih dalam tahap pembahasan dan belum menemui keputusan final.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyusun skenario terbaik agar program tersebut berjalan dengan optimal. Hasilnya, pemerintah masih melakukan sejumlah kajian terkait skema pelayanan dan peran kantin sekolah.

“Agar berjalan dengan sebaik-baiknya tentu saja semua harus melalui pengkajian yang mendalam. Jadi belum ada keputusan soal bagaimana peran kantin dan berbagai pelayanan yang lainnya,” ucapnya saat menghadiri kegiatan di Bantul, Minggu, 5 Juli 2026.

Meski begitu, pemerintah telah menyepakati bahwa penerima manfaat MBG kini tidak disamaratakan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang membutuhkan.

“Penerima MBG nanti tidak untuk semuanya tetapi yang memang memerlukan. Tapi mekanismenya bagaimana juga sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, kewenangan pelaksanaan tetap berada di BGN. Sementara Kemendikdasmen berperan sebagai penerima manfaat terbesar dari program tersebut.

“Karena leading sector-nya BGN. Kami sebagai penerima manfaat paling banyak memberikan masukan bagaimana semangat dari MBG sesuai dengan tujuan awal Presiden, yakni untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga bebas dari stunting,” katanya.

Selain itu, Mendikdasmen juga menekankan bahwa MBG tidak berfokus pada pemenuhan gizi saja, akan tetapi dirancang menjadi bagian dari pendidikan karakter. Sehingga, kerja sama antara BGN dan Kemendikdasmen menjadi faktor utama.

“Sehingga kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter ini diintegrasikan dengan MBG. Bahkan MBG ini juga merupakan satu dari tujuh kebiasaan yang ingin dibangun melalui pendidikan,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....