Perkuat Pertanian, Pemkab Gunungkidul Salurkan Alsintan
- 22 Jun 2026 13:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Bulog, Bank Indonesia, perbankan, dan sejumlah kelompok binaan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Adapun pelaksanaan program ini sejalan dengan visi pelayanan Dinas Pertanian dan Pangan untuk meningkatkan produksi pertanian, mewujudkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas harga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya, Senin 22 Juni 2026.
Selain menggelar pasar pangan murah, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan alsintan kepada kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit power thresher dan combine harvester dari Kementerian Pertanian, lima unit traktor roda empat yang sebagian diserahkan secara simbolis, serta dua unit kultivator yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyerahkan satu unit traktor multifungsi yang dapat digunakan sebagai traktor sekaligus kultivator untuk mendukung penataan lahan hortikultura. Bantuan lainnya berupa tiga unit traktor roda dua serta tambahan traktor roda empat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.
“Pemerintah juga terus mengawal sejumlah usulan bantuan dari pemerintah pusat. Di antaranya bantuan bibit kelapa untuk lahan seluas 221 hektare, bibit durian seluas 25 hektare, serta bantuan benih jagung untuk lahan 8.500 hektare yang direncanakan segera didistribusikan,” ujarnya.
Pada sektor infrastruktur pertanian, Pemkab Gunungkidul telah mengusulkan pembangunan 15 unit irigasi perpompaan dan sembilan unit irigasi perpipaan dengan nilai anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, terdapat usulan pembangunan 16 ruas Jalan Usaha Tani (JUT) yang saat ini masih dalam proses verifikasi di Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, petani memiliki peran strategis sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Karena itu, pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui bantuan sarana produksi maupun pengembangan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Endah juga mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif, termasuk kawasan yang sering terdampak gangguan monyet ekor panjang, dengan menanam komoditas seperti kelapa genjah, kopi, maupun durian yang dinilai memiliki prospek pasar yang baik, termasuk untuk mendukung sektor pariwisata.
“Kalau petani mengalami kesulitan, dampaknya akan dirasakan semua masyarakat. Karena itu pemerintah berkomitmen terus mendukung petani melalui bantuan bibit, alsintan, serta berbagai program peningkatan produksi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....