Permintaan Bedah Rumah di DIY Melonjak, Tembus 3.000 Unit

  • 05 Jun 2026 12:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan bahwa permintaan program bedah rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun ini, permintaan bedah rumah mencapai sekitar 3.000 unit.

Ditemui usai kegiatan di Bantul, Maruarar menjelaskan bahwa pada tahun 2025 program tersebut hanya menyasar 105 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Jumlah itu terbagi menjadi 66 unit di wilayah Bantul dan sebanyak 39 unit di Kabupaten Kulon Progo.

“Luar biasa naiknya, dari 105 menjadi 3.000 unit. Ini terbesar sepanjang sejarah, dan merupakan hasil perjuangan berbagai pihak,” ucapnya, Kamis, 4 Juni 2026 petang.

Tingginya permohonan bantuan bedah rumah juga berdampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, efek tersebut menjadikan sektor perumahan sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Toko bangunannya hidup dari pembelian pasir, semen, dan material lainnya. Begitu juga dengan sopir-sopir yang mengantar bahan bangunan itu, termasuk pedagang makanan di sekitar. Jadi ini menggerakkan ekonomi secara luar biasa,” katanya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait ditemui usai kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan di Gelora Prapto, Bantul, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: RRI/Aji Permono)

Maruarar menambahkan, bantuan bedah rumah diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang tinggal di hunian tidak layak. Selain itu, calon penerima juga belum pernah menerima bantuan perumahan dalam 10 tahun terakhir.

“Syaratnya memang rumahnya tidak layak huni dan berada di desil 1-4, atau kelompok dengan kesejahteraan terendah. Dan tentu saja tidak pernah menerima bantuan perumahan. Syaratnya harus jelas,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....