Wakil Rektor UGM Soroti Peran Pendidikan Tinggi dalam Kesetaraan Gender

  • 31 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pendidikan tinggi dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap kesetaraan gender, terutama dalam membentuk cara pandang dan keberanian individu untuk bersuara dalam ruang sosial. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Wening Udasmoro.

Menurut Wening, tingkat pendidikan memberikan seseorang kemampuan berpikir rasional dan keberanian dalam menyampaikan pendapat secara terbuka di masyarakat. “Dia memiliki rasional untuk menjawab dan nanti speak up, atau kemudian menjelaskan bahwa oh menurut saya tidak seperti itu, menurut saya adalah ini. Misalnya gitu ya,” ucapnya.

Ia menilai, dalam konteks kesetaraan gender, pengetahuan menjadi faktor penting yang menentukan posisi seseorang di lingkungan sosial. Individu dengan pendidikan lebih tinggi, cenderung memiliki “bargaining position” yang lebih kuat karena dibekali kemampuan analisis dan argumentasi.

Bargaining position itu dimulai dari pengetahuan. Seseorang bisa mengatakan iya atau tidak karena dia punya basis pengetahuan,” katanya.

Keterbatasan akses pendidikan dapat membuat sebagian individu kurang mampu menyampaikan pendapatnya secara terbuka, sehingga lebih mudah mengikuti arus tanpa argumentasi yang kuat.

“Kadang apa yang ada di kepala tidak tersampaikan karena tidak tahu cara mengungkapkannya. Akhirnya hanya nurut” ujarnya.

Menurutnya, inilah pentingnya pendidikan tinggi, yaitu bagaimana seseorang diajak dan dilatih untuk menjelaskan secara rasional apa yang telah dipelajarinya, baik dalam konteks masyarakat, keluarga, maupun lingkungan lainnya.

Menurutnya, pendidikan tinggi penting karena membuat seseorang belajar untuk menjelaskan dengan jelas apa yang sudah dipelajari, baik dari masyarakat, keluarga, maupun lingkungan sekitar yang secara tidak langsung dapat mendorong pebangunan masyarat khusunya di daerah 3T.

Meski demkian, upaya tersebut tidak dapat hanya bergantung pada individu semata. Diperlukan dukungan sistem yang kuat dari pemerintah, lembaga, serta berbagai pihak lainnya agar proses transfer pengetahuan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....