Tukar Sampah dapat Pangan Sehat dan Bergizi

  • 19 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Permasalahan sampah di Yogyakarta melahirkan inovasi sosial kreatif melalui gerakan Bumiku Lestari berbasis pemberdayaan masyarakat. Program bertajuk “Tukar Sampah Jadi Pangan Sehat” menghadirkan solusi pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat perkotaan.

Gerakan tersebut mulai dijalankan sejak tahun 2022 oleh pemuda Yayasan Andini Bawono Lestari bersama akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Program itu mendapat pendampingan langsung dari Prof. Ali Agus, mantan Dekan Fakultas Peternakan UGM, dalam pengembangan pangan sehat masyarakat.

Melalui sistem konversi poin, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah anorganik menjadi kebutuhan pangan sehat bernutrisi. Jenis sampah yang diterima meliputi kardus, buku bekas, galon, logam, minyak jelantah, hingga peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai.

Poin hasil penukaran sampah kemudian dapat digunakan untuk memperoleh telur ayam bergizi dengan kandungan Omega-3. Juga bisa mendapatkan susu sapi segar pasteurisasi hasil kemitraan bersama peternak lokal wilayah Sleman dan sekitarnya.

Program ini juga menghadirkan layanan penjemputan sampah gratis dengan jangkauan maksimal lima kilometer dari Agro Lestari Mart. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat ikut menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan akses pangan sehat berkelanjutan bagi keluarga.

Tidak hanya membantu pengelolaan sampah perkotaan, gerakan sosial tersebut juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di DIY. Bumiku Lestari menyalurkan pembelian susu langsung kepada peternak tanpa melalui banyak perantara sehingga harga jual susu menjadi lebih layak.

“Kami mencoba memotong jalur distribusi panjang, sehingga peternak memperoleh harga susu lebih layak dan menguntungkan,” ujar Rudi, perwakilan Bumiku Lestari.

Sementara itu, Aliya menyebut program tersebut memberikan manfaat bagi berbagai pihak secara bersamaan. “Masyarakat memperoleh pangan sehat, lingkungan lebih bersih, sementara peternak mendapatkan kepastian pasar berkelanjutan,” katanya.

Melalui konsep ekonomi sirkular, Bumiku Lestari membangun kolaborasi antara masyarakat, pemuda, dan peternak lokal secara berkelanjutan. Gerakan sosial ini diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya bernilai yang dapat diolah menjadi pangan sehat dan manfaat ekonomi bagi warga. (Gilang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....