Selain Petani Punk, Yayasan Biijana Gandeng KWT Penuhi Bahan Baku Dapur MBG
- 01 Mei 2026 22:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hadirnya program Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Biijana Paksi Sitengsu membawa angin segar bagi Kelompo Wanita Tani (KWT) di Padukuhan Krenen, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi para petani perempuan di wilayah tersebut.
Koordinator KWT, Anjar Sumarmi mengungkapkan, banyak kendala dalam upaya memajukan pertanian hortikultura yang dikelola KWT. Menurutnya, keterbatasan tenaga fisik hingga pemasaran menjadi persoalan.
Sumarmi menjelaskan, dari segi keterbatasan fisik terutama karena anggota KWT mayoritas perempuan, dalam pengolahan lahan pertanian hortikultura kerap terkendala, seperti saat membuat bedengan. Sehingga penunjang utama adalah biaya, padahal menurutnya biaya juga menjadi persoalan dalam pengelolaan secara swadaya ini.
"Kalau swadaya, tenaga kami kaum perempuan kurang kuat untuk itu. Jadi kami butuh modal dan alat seperti traktor supaya pengerjaan bedengan lebih cepat dan irit biaya," katanya, Jumat, 1 Mei 2026.
Sumarmi menyampaikan, pemasaran juga menjadi kendala untuk meningkatkan produksi pertanian hortikultura, karena selama ini untuk menjual hasil pertanian masih mengandalkan masyarakat sekitar. Diakui kerja sama dengan pihak luar memang masih sangat kurang, sehingga masalah biaya, pelatihan, peralatan, hingga pemasaran masih terus menjadi tantangan KWT ini berkembang.
Sumarmi juga berharap, dengan adanya peluang kerja sama dengan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Biijana Paksi Sitengsu ini membawa angin segar. Sehingga anggota KWT semakin solid dan tetap semangat untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
Menanggapi tantangan yang dihadapi KWT di Padukuhan Krenen tersebut, Yayasan Biijana Paksi Sitingsu melalui Sekretarisnya, R. Teddy Anggoro menegaskan, kehadiran Dapur MBG ini dirancang untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi KWT. Disamping itu, juga bisa meningkatkan perekonomian yang langsung dirasakan masyarakat.
Teddy menjelaskan, keterbatasan biaya bahkan untuk pendampingan dan pelatihan yang dialami KWT ini juga bisa diatasi, karena SPPG yang didirikan ini memiliki call center yang juga bisa memberikan pendampingan.
"Kemarin kita sudah menggandeng petani Punk Gunungkidul, sekarang kami merambah menggandeng KWT dan bahkan nanti akan ke depannya ibu-ibu PKK. Harapannya dengan dengan adanya dapur ini benar-benar menyentuh kepada lembaga-lembaga masyarakat yang ada di wilayah," katanya.
Selain menyerap produk hasil pertanian dari petani lokal, hadirnya dapur MBG ini lanjut Teddy, juga akan memberikan dukungan dan fasilitasi melalui jejaring sehingga produksi pertanian khususnya di Kabupaten Gunungkidul dan umumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa memenuhi kebutuhan dapur untuk pemenuhan gizi. Sehingga diharapkan petani lokal tidak hanya menjadi penonton dalam program yang digagas Presiden Prabowo ini.
"Seperti yang saya selalu sampaikan, bahwasanya dapur yang ada dan dibuat Yayasan kita itu tidak dikuasai oleh distributor-distributor atau supplier-supplier khusus, tapi benar-benar masyarakat yang ada di wilayah itu merasakan dampak ekonominya. Karena kami apa namanya dapur yang kami buat ini kan bersinergi berkonsep dengan lumbung Mataram, sehingga apa potensi wilayah, apa saja yang di situ ada, ya kita bersinergi dengan perangkat desa maupun lembaga-lembaga desa yang ada, sehingga masyarakat yang ada di wilayah dapur ini berdiri tidak menjadi penonton saja," ujarnya.
Kemanfaatan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat dari adanya SPPG atau dapur MBG ini, menjadi harapan utama Yayasan Biijana Paksi Sitengsu mendirikan dapur. Sehingga program pemerintah dalam digulirkannya MBG ini bisa berhasil dan produksi dari petani lokal termasuk ibu-ibu yang ada di KWT bisa turut berkontribusi, dan mendukung kemajuan, serta kesuksesan program tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....