Dukung Arahan Presiden, Hasto Wardoyo Usul MBG Fokus ke Bumil dan Baduta
- 19 Apr 2026 12:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak kurang gizi. Hasto mengusulkan agar fokus MBG dilakukan pada bayi di bawah usia dua tahun (Baduta), ibu menyusui, dan ibu hamil.
Hasto mengatakan, pengalihan fokus program MBG untuk anak kurang gizi sejalan dengan upaya Kota Yogyakarta dalam penanganan masalah stunting. Usulan Baduta, ibu menyusui, dan ibu hamil dijelaskannya penting, mengingat masalah stunting dimulai dari awal kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Sehingga lanjut Hasto, ketika program MBG dialihkan pada baduta dirasakan akan lebih fokus terutama dalam pembentukan otak anak, hal ini juga dilakukan negara-negara maju yang mulai memberikan paket makanan sejak ibu hamil. Dengan adanya perhatian bagi generasi penerus ini akan membentuk SDM berkualitas.
"kalau ada kebijakan dari presiden untuk itu digeser saya kira bagus sekali ya dan saya menyambut baik," katanya, di ruang kerjanya, Rabu, 15 April 2026.
Hasto juga menyoroti ketimpangan dalam penyaluran MBG, karena di Yogyakarta saat ini memiliki sekitar 10.361 balita, dengan rata-rata setiap tahunnya angka kehamilan mencapai 1.600 ibu hamil. Hanya saja dari data yang diterima untuk guru dan tenaga pendidikan yang menerima ada 3.987 orang, sementara ibu hamil 67 orang, ibu menyusui 760 orang dan balita baru 695 orang.
"Jadi, kalau misalkan kita punya balita 10 ribu itu badutanya itu 4 ribu, maka kalau misalkan belum bisa menyasar seluruh balita maka bisa difokuskan pada baduta, yang ubun-ubunnya belum menutup," ucapnya.
Hasto menjelaskan, dengan menyasar Baduta yang ubun-ubunnya belum menutup akan lebih maksimal dalam pertumbuhan otaknya, sedangkan untuk Balita antara 3-4 tahun ubun-ubunya sudah menutup sehingga perkembangan otak hanya sedikit. Disamping itu, untuk ibu hamil juga bisa menjadi sasaran, tetapi makanan tidak harus fresh namun bisa berupa susu yang mengandung DHA Omega 3 sebagai asupan tambahan.
"Betapa indahnya loh kalau semua orang hamil itu diantari makanan," ujarnya.
Hasto mengaku siap jika memang jika dalam pelaksanaan di lapangan membutuhkan bantuan, terutama terkait tenaga teknis penyaluran ke setiap ibu hamil dan balita. Karena diungkapkannya, Kota Yogyakarta memiliki 390 tim pendamping keluarga, dan 190 bidan serta tenaga kesehatan kampung.
"Jadi sebetulnya, seandainya kita diperbolehkan untuk nanti ikut membantu, ya kita punya tenagalah untuk mendeliver mengantar ke rumahnya Ibu hamil dan rumahnya balita. Saya kira lebih bagus," ujarnya, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....