Musim Bakal Lebih Panjang, Ini Pentingnya Mitigasi Bencana Kemarau di DIY

  • 03 Apr 2026 17:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - DIY diprediksi menghadapi musim kemarau 2026 yang lebih panjang dan lebih kering dari biasanya, dengan potensi ancaman kekeringan hingga heat stress yang meningkat. BMKG DIY memperkirakan awal musim kemarau di wilayah DIY datang lebih cepat pada sebagian daerah, yakni sekitar akhir April atau dasarian ketiga April 2026.

Di DIY, musim kemarau biasanya identik dengan beberapa potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi curah hujan yang menurun dalam waktu lama dapat memicu kekeringan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air seperti sebagian kawasan Gunungkidul dan Bantul bagian selatan.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan BPBD Kabupaten Gunungkidul Sri Mulyono Herlambang mengatakan pihaknya menyiapkan 1.500 tangki air bersih mengantisipasi kekeringan dampak musim kemarau 2026. Upaya penyediaan air bersih dilakukan oleh pemerintah di tingkat desa. Pemerintah desa diminta terlibat menyiapkan stok air bersih bagi warganya.

“Selain itu, pemerintah kecamatan juga dilibatkan. Pasalnya, beberapa kecamatan memiliki sarana penyediaan air bersih mandiri”, katanya ketika menjadi narasumber pada Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta, Jumat, 3 April pagi.

Sementara itu, Dholina Inang Pambudi selaku Divisi Mitigasi dan Kesiapsiagaan MDMC PP Muhammadiyah menambahkan suhu udara yang lebih panas dan vegetasi yang mengering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebakaran lahan semak atau area hutan rakyat.

“Pada beberapa kondisi, musim kemarau juga dapat memicu kekurangan air bersih, gangguan pertanian, hingga meningkatnya kualitas udara yang kurang baik akibat debu atau asap”, ujarnya.

Dia berharap langkah mitigasi dapat disiapkan lebih awal sehingga dampak kekeringan dan cuaca ekstrem di DIY dapat ditekan semaksimal mungkin. (Prima Puspahapsari)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....