Waspada Potensi Hujan Kala Mobilitas Arus Mudik Lebaran
- 12 Mar 2026 23:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode Angkutan Lebaran 2026. Pihaknya terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi antar instansi. Terlebih dalam menjaga keselamatan masyarakat selama mobilitas mudik dan arus balik Idul Fitri.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta Rahmad Tauladani mengingatkan masyarakat bahwa sejumlah wilayah di DIY masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini diperkirakan dipengaruhi oleh kombinasi beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif di kawasan Indonesia.
“Kondisi global seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2026. Namun, Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif, sehingga masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan di wilayah DIY,” katanya pada Dialg Tanggap Bencana di RRI Yogyakarta pada Selasa sore kemarin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman R. Haris Martapa menyiagakan personel dan posko selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran 1447 Hijriyah. Langkah siaga darurat ini dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat serta meningkatkan respons cepat penanganan bencana hidrometeorologi di titik-titik rawan sepanjang jalur mudik.
“Aktivasi posko ini merupakan respons cepat atas prakiraan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem, sehingga kesiapsiagaan personel di titik-titik rawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” katanya.
Sinergi antara petugas di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memantau informasi cuaca terkini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun hambatan perjalanan selama momentum Idulfitri berlangsung di wilayah Sleman.