Perempuan Mengukir Karya, Membangun Bangsa

  • 02 Mar 2026 15:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peran perempuan dalam kemajuan sebuah bangsa dinilai bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan penggerak utama dalam membangun identitas dan martabat bangsa. Hal ini terungkap dalam diskusi hangat di Siaran Kawruh 27 Februari 2026, yang menghadirkan dua tokoh perempuan dari latar belakang berbeda, yakni maestro seniman Yati Pesek dan anggota DPRD Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Kabik Amaz Jasikha.

Yati Pesek menekankan bahwa kemandirian ekonomi dan kreativitas adalah kunci bagi perempuan modern. Ia berpendapat bahwa perempuan harus mampu membantu kebutuhan keluarga dan tidak hanya bergantung sepenuhnya pada suami. Meski telah berusia lebih dari 70 tahun, semangat untuk berkarya harus tetap dijaga agar terhindar dari kepikunan dan demi menjaga kelestarian seni budaya agar tidak punah.

“Kita harus semangat muda. Kalau hanya mengandalkan pemberian anak cucu, itu bahaya, bisa jadi pikun. Kita harus memikirkan kemajuan seniman agar tidak punah begitu saja,” ujar Yati Pesek. Ia juga berpesan agar sesukses apa pun karir seorang perempuan, ia tidak boleh melupakan kodrat dan kewajibannya dalam keluarga.

Sementara itu, Kabik Amaz Jasikha menyoroti pentingnya penyediaan ruang bagi perempuan untuk berinovasi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah. "Di Kabupaten Murung Raya sendiri, partisipasi perempuan dalam politik dan ekonomi dinilai belum sepenuhnya seimbang dengan laki-laki, meskipun secara produktivitas perempuan di sana sangat aktif, termasuk dalam sektor pertanian", kata Kabik.

Di sisi lain, tantangan akses pendidikan dan ekonomi bagi perempuan masih menjadi perhatian serius, terutama di daerah luar Jawa. Kabik Amaz Jasikha menyoroti bahwa meski perempuan di daerah seperti Kalimantan Tengah sangat produktif di sektor perkebunan, partisipasi mereka dalam politik dan pengambilan keputusan masih belum seimbang dengan laki-laki. Oleh karena itu, penyediaan ruang bagi perempuan untuk mengeksplorasi potensi diri sangat krusial agar dominasi laki-laki dalam penggerakan ekonomi dapat bergeser menuju kolaborasi yang lebih inklusif.

Kabik optimis bahwa pada tahun 2026, peran perempuan akan semakin kuat seiring dengan meningkatnya kesadaran publik dan dukungan pemerintah. “Perempuan memang harus diberikan ruang agar perekonomian tidak hanya didominasi oleh laki-laki, Perempuan bukan hanya penggerak, tapi juga penyeimbang," katanya.

Rekomendasi Berita