Kampung Siaga Bencana Merapi Bantu Korban Musibah Sumatra

  • 26 Des 2025 13:36 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Kampung Siaga Bencana (KSB) Merapi menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya dengan membantu korban musibah yang terjadi di Aceh dan Sumatra. Bantuan tersebut merupakan bentuk empati masyarakat lereng Merapi terhadap saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana alam.

"Awal kami galang donasi dari tanggal 9 Desember sampai sekarang sudah terkumpul kurang lebih Rp56.000.000 dan untuk tahap pertama kita sudah mengirim Rp20.000.000 karena kemarin ada saudara-saudara kita di Aceh butuh untuk tenda terpal, kemudian tikar sama kelambu karena tendanya cukup terbuka disana banyak diserang nyamuk.Jadi kita mengirimkan Rp20.000.000 uang tunai ke teman KSB yang ada di Aceh dan Sumatera dan sudah dibelanjakan untuk beli kelambu , tenda ,terpal, selimut dan sembako, " ujar Sriyono, Ketua Kampung Siaga Bencana Merapi kepada RRI pada Rabu (24/12/2025).

Dijelaskan Sriyono ,donasi yang masih tersimpan akan dikirimkan ke relawan di Aceh dan Kalimantan setelah mengetahui daftar kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. " Dengan koordinasi relawan dan warga, KSB Merapi menggalang bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan logistik, serta donasi kemanusiaan dan proses pengumpulan dilakukan secara gotong royong, melibatkan berbagai unsur masyarakat yang dengan sukarela menyisihkan rezekinya untuk membantu korban, "kata Sriyono.

Dijelaskan Sriyono, untuk donasi warga sudah di tutup di angka 56 juta tetapi ada beberapa pengusaha yang mengirim beberapa barang termasuk ada selimut, ada handuk dan sebagainya dan ini kita bekerjasama dengan teman-teman relawan lain yang akan berangkat menuju lokasi bencana Aceh dan Sumatra.

Sriyono menyampaikan beberapa tantangan ditemui ketika mengumpulkan donasi adalah adalah hujan yang terus menerus sehingga agak merepotkan ketika turun ke lokasi. " Kami berusaha membantu walaupun sesuai dengan kemampuan kami dan kami berusaha kemanfaatannya itu langsung dirasakan oleh masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah," kata Sriyono.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan ini lahir dari pengalaman masyarakat Merapi yang kerap menghadapi bencana. Menurutnya, rasa saling membantu menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah, baik di daerah sendiri maupun di wilayah lain di Indonesia dan semua yang terdampak bisa tabah menjalaninya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....