Pentingnya Tanggap Bencana Responsif Gender

  • 15 Des 2025 14:11 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Tanggap bencana merupakan sikap yang seharusnya dimiliki warga. Mengingat Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Lantas tanggap bencana seperti apa yang harus dipupuk?

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Yogyakarta, Sulis Mukaryanah Widarti, S.Kep.NS menceritakan pengalamannya sebagai relawan. “Menjadi relawan sejak tahun 1994 saat masih sekolah keperawatan,” katanya dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi.

Program acara yang berlangsung di Pro 1 RRI Yogyakarta tersebut terselenggara 15 Desember 2025 pukul 10.10 hingga 11.00 WIB. Menurutnya masyarakat semestinya mempunyai semangat tanggap bencana yang responsif gender.

“Kalau yang terdampak bencana kebanyakan laki – laki, lalu kita beri bantuan baju rok. Jadi tidak tepat sasaran nanti,” katanya. Lebih lanjut ia menyampaikan perlu assessment atau penilaian ke daerah terdampak bencana sebelum memberikan bantuan. Hal tersebut dilakukan supaya bantuan yang diberikan tepat guna. “Biar sesuai kebutuhan. Kalau yang terdampak tidak punya dapur masa kita beri bahan mentah?,” ujarnya.

Sulis juga menyampaikan baik relawan maupun perempuan penyintas bencana semestinya berdaya bersama. “Jadi yang terkena bencana juga mampu bangkit. Berbuat sesuatu untuk korban bencana lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan sebelum diterjunkan ke lokasi bencana, relawan mendapat pembekalan. “Tentu saja kami termasuk relawan perempuan juga mendapat ilmu untuk memberdayakan perempuan penyintas bencana,” katanya.

Selain itu, ilmu seperti membangun komunikasi efektif juga mereka dapatkan. Saat menerjunkan relawan juga menyesuaikan dengan kebutuhan pada lokasi bencana. Jika banyak butuh mengevakuasi korban, relawan laki – laki yang dikirim. “Jika banyak korban anak dan perempuan, maka relawan perempuan yang banyak dikirim ke lokasi,” ujarnya. (rna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....