Perempuan Difabel Indonesia Diajak Selalu Berdaya
- 08 Des 2025 14:35 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Perempuan difabel merupakan bagian dari kelompok rentan ketika berbicara seputar kesetaraan gender. Praktek diskriminatif masih terjadi di lingkungan sekitar kita.
Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro1 RRI Yogyakarta Senin (8/12/2025) mengangkat tema seputar perempuan dan difabel di masyarakat. Ninik Heca, Program Officer Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) menyampaikan pentingnya menjadi Perempuan difabel berdaya.
“Apalagi perempuan difabel rentan stigma dan perlakuan diskriminatif dari keluarga, masyarakat maupun negara,” katanya melalui sambungan telepon.
Ninik menyontohkan diskriminasi perilaku yang terjadi dalam keluarga. “Kadang saking sayang dan takut, pihak keluarga membatasi gerak seperti tidak memberikan pendidikan formal hingga tingkat yang tinggi,” ujarnya.
Selain itu perilaku diskriminatif juga terjadi dalam pekerjaan. “Meski sudah diterima bekerja kadang upah berbeda. Karena dianggap terbatas dibandingkan lainnya,” ucapnya.
Menurutnya SIGAB mengakomodasi keperluan perempuan difabel dengan membentuk kelompok supaya saling menguatkan. “Dapat menjadi saluran supaya kita tahu permasalahan tiap individu seperti apa,” katanya.
Jaringan tersebut menjadi sistem yang mendukung (support system) bagi perempuan difabel. Mengakhiri dialog, Ninik mengajak perempuan difabel untuk mengabaikan stigma negatif yang ada. “Kita harus tanamkan jika mampu dan kuat bahwa kita layak mendapat ruang untuk berkarya,” ujarnya.
Tak lupa ia mengungkapkan optimisme jika perempuan difabel mampu berkarya untuk masyarakat dan negara. Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi dapat didengarkan melalui frekuensi FM 91,1 Pro 1 RRI Yogyakarta atau kanal streaming RRI Digital. Program acara ini terselenggara setiap hari Senin pukul 10.00-11.00 WIB. (rna/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....