Dukung Misi Presiden, TVRI Terjun Latih Siswa SR
- 05 Des 2025 13:31 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Raut ceria dan antusias tergambar jelas dari para siswa siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, karena pada momen tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan kesempatan untuk mendalami dunia penyiaran dan industri kreatif. Langkah inisiatif yang dilakukan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Yogyakarta tidak hanya mengenal dan mengoperasikan peralatan untuk memproduksi sebuah berita TV namun juga mengenalkan para siswa dalam dunia jurnalistik.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengatakan, hadirnya TVRI ke Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan upaya pengentasan kemiskinan sekaligus memberikan kepada masyarakat atau anak-anak yang sebelumnya terpinggirkan.
Melalui program "TVRI Mengajar Melayani Negeri" ini dihadirkan nantinya dari Sekolah Rakyat juga bisa muncul sosok jurnalis profesional baik itu reporter, editor, maupun penulis naskah. Apalagi selama ini, bagi para siswa SRMA 19 dimungkinkan belum pernah membayangkan menjadi orang perfilman, ataupun jurnalis TV.
"Jadi ini sesuai dengan harapan mulia dari bapak Presiden Prabowo, yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat, anak-anak bangsa dari mereka yang terpinggirkan, dari kaum marginal, untuk bisa menjadi seseorang. Mencapai cita-cita dan sekaligus memutus rantai kemiskinan," kata Imam, Jumat (5/12/2025).
Jogjakarta lanjut Imam menjadi pionir dalam membagikan ilmunya kepada para siswa di Sekolah Rakyat, karena memang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain memiliki sekolah broadcasting, juga sebagai salah satu sentra perfilman Indonesia. Iapun berharap nantinya program TVRI Mengajar bisa menjadi salah satu ekstrakurikuler di SRMA 19 ini.
"Tadi saya lihat tuh ada anak yang baru pertama kali selama seumur hidup tidak pernah megang kamera gitu. Ketika diajari antusias dan cepat memahami, artinya anak-anak ini cerdas," ujar Imam.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengajarkan para siswa pengoperasian kamera di SRMA 19 Bantul, Jumat (5/12/2025).(Foto: RRI/Dyan Parwanto)Dalam kesempatan itu, Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno juga secara langsung membagikan ilmunya kepada para siswa tentang editing ataupun pengoperasian kamera di SRMA 19. Salah satu siswa SRMA 19 Alwi Muhammad Ilham mengaku baru pertama kali memegang kamera, meski sempat bingung karena banyak pengoperasian dari cara mengatur cahaya, fitur, hingga berbagai fungsi lainnya di kamera tersebut, namun ia mengaku sangat senang.
"Baru pertama kali megang kamera jadi bingung. Kalau ke depannya sih kayaknya tertarik," kata Alwi.
Siswa asal kabupaten Kulon Progo ini juga mengaku senang dengan dunia jurnalistik terutama menjadi seorang editor, hanya saja dengan pengalaman yang baru didapatkan ini menjadikan semangat baru untuk semakin menggeluti dunia jurnalistik. Iapun berharap produksi penyiaran ini nantinya menjadi salah satu ekstrakurikuler di SRMA 19, apalagi adanya dukungan dari LPP TVRI.
"Pengalaman baru, nambah pengalaman juga. Soalnya cita-cita aku kan mau jadi editor juga, jadinya perlulah megang kamera jadinya pas," ucap Alwi.
Selain memberikan pelajaran mengenai ekstrakurikuler tentang produksi penyiaran seperti menjadi presenter maupun reporter TV, pada momen tersebut LPP TVRI juga menyerahkan dukungan kepada SRMA 19 berupa seperangkat komputer editing, kamera dan tripod, agar siswa bisa memperdalam kemampuan bidang film dan penyiaran. Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno kepada Kepala SRMA 19 Bantul Agus Ristanto.
Pendidikan singkat yang dibagikan LPP TVRI kepada para siswa ini diakui Agus Ristanto, membuat dirinya terharu dan bangga. Karena diakui, dengan waktu yang cukup singkat dan berlangsung cepat, anak-anak bisa beradaptasi secara cepat dan antusias.
Hasil produksi berita dari para siswa SRMA 19 setelah mendapatkan pembelajaran dari program "TVRI Mengajar Melayani Negeri". (Foto: RRI/Dyan Parwanto)Agus juga mengharapkan melalui TVRI Mengajar, semakin membuka ruang bagi anak-anak dalam meraih cita-citanya dan meraih kesuksesan. Ia juga berharap, kedepannya dukungan dari TVRI dalam memberikan pengajaran kepada para siswa bisa berlanjut. Sehingga para siswa yang haus akan ilmu, akan semakin bertambah pilihan dalam mendapatkan pendidikan.
"Berhubung ini semester 1 sudah usai kami berharap nanti juga akan mengagendakan untuk ekstrakurikuler di semester 2, nanti akan saya sampaikan minat bakat mereka untuk saya tambahkan untuk ekstrakurikuler kaitannya dengan editing, mungkin bisa tentang broadcasting atau tentang penyiaran. Nanti kami minta tolong juga dari Kepsta nanti untuk bersama ini tadi diberi kesempatan juga seminggu sekali ada waktu untuk bisa berbagi ilmu melalui ekstrakurikuler tersebut," ujar Agus.
Agus juga menyebutkan, akan memenuhi tantangan dari Dirut LPP TVRI untuk nantinya membuat semacam program yang menggambarkan kebiasaan dari para siswa di SRMA 19, mulai dari pengambilan gambar, produksi, hingga hasil akhir yang seluruhnya dilakukan para siswa siswi SRMA 19.
Program "TVRI Mengajar Melayani Negeri" yang diinisiasi TVRI Yogyakarta ini nantinya diharapkan bisa diperluas menyasar provinsi lain di Indonesia seperti Makassar sebagai salah satu sentra perfilman di Indonesia, maupun Surabaya, untuk semakin membuka kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya, termasuk kelak menjadi sutradara, produser, kameramen dan bidang kreatif lainnya. TVRI berkomitmen mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin demi memutus rantai kemiskinan. Program ini mewujudkan harapan dengan menyediakan fasilitas unggulan seperti sekolah berasrama, pendidikan dari SD hingga SMA, serta program karakter, kedisiplinan, dan spiritualitas. (Yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....