Dialog PUG: Jadikan Kampus Ruang Aman Bagi Perempuan
- 02 Des 2025 10:07 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Setiap orang membutuhkan rasa aman. Baik itu di rumah maupun tempat umum lainnya seperti kampus. Begitu juga dengan perempuan.
Dalam rangka 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, Srikandi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyerukan membangun ruang aman perempuan di kampus. Meski aktif menyerukan ruang aman perempuan, tetapi anggota Srikandi juga tetap ada yang laki-laki, sehingga kesetaraan tetap ada. Peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan sendiri digelar pada 25 November 2025 hingga 10 Desember 2025.
Melalui Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi, Cinta Najwa Putria Irwansyah menyampaikan perjalanan Srikandi dalam memperjuangkan perempuan. Ketua Umum Srikandi UGM ini mengatakan perempuan masih membutuhkan ruang aman saat di kampus.
“Karena ternyata masih banyak mahasiswi yang mendapatkan pelecehan saat di lingkungan kampus,” katanya.
Ia mencontohkan pelecehan dalam berpakaian. “Diskusi kami beberapa waktu lalu mengupas bagaimana perlakuan orang tua menanamkan paradigma ke anak sejak dini,” ujarnya.
Paradigma ini berkaitan dengan jargon educate your son don’t blame your daughter. Menurutnya tidak sepantasnya menyalahkan cara berpakaian perempuan atau mahasiswi. Namun lebih jauh mengedukasi laki- laki atau mahasiswa supaya mengubah cara pandangnya terhadap cara berpakaian perempuan. Karena cara berpakaian juga menunjuk pada hak kebebasan ekspresi perempuan.
Lebih jauh Cinta mengatakan ruang aman di kampus merupakan ruang aman yang inklusif menjadikan perempuan aman dan terlindungi. Pihak kampus serta civitas akademika perempuan merasa terlindungi serta bebas mengekspresikan diri terutama saat di lingkungan kampus.
Keprihatinan atas lingkungan kampus yang kurang aman bagi perempuan, membuat Srikandi membangun hotline kekerasan seksual. Hotline tersebut tersambung ke Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) serta psikolog. Menurutnya laporan mengenai kekerasan seksual telah masuk sebanyak 50 kasus. “Tercatat dari tahun 2024 hingga 2025,” ucapnya.
Ia berharap layanan hotline tersebut dapat menjadi teman korban kekerasan seksual terutama di lingkungan kampus. Dialog Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Inklusi terselenggara di Programa 1 RRI Yogyakarta. Tiap hari Senin pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Program acara ini dapat didengarkan pada frekuensi FM 9,1 Pro 1 RRI Yogyakarta serta kanal streamin RRI Digital. (rna/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....