Jogja Istimewa, Pemuka Kristen-Katolik DIY Tegaskan Posisi Toleransi
- 23 Nov 2025 10:02 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Pemuka agama Kristen dan Katolik dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan kembali posisi Yogyakarta sebagai “barometer toleransi Indonesia”. Penegasan ini disampaikan dalam dialog kamtibmas bersama Polda DIY yang digelar di GRII Bener, Jumat (21/11/2025).
Ketua Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen (BKSADK) DIY, Pendeta Agus Haryanto mengatakan, Yogyakarta memiliki reputasi nasional sebagai kota budaya dan kota toleransi.
“Kalau di Jogja ada gejolak, itu berdampak ke daerah lain. Maka kita harus menjaga situasi tetap teduh,” ujar Pdt. Agus.
Agus menyebutkan, kehadiran para pemuka gereja dari Gunungkidul hingga Kulon Progo menunjukkan keseriusan menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial pasca sejumlah aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. “Ini bentuk kepedulian lintas denominasi,” ungkapnya.
Ketua Panitia dialog, Joko Pamungkas menjelaskan, bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara gereja dan kepolisian menjelang akhir tahun.
Dalam sesi utama, Dirbinmas Polda DIY Tri Panungko membagikan pengalaman spiritual dan profesionalnya selama bertugas di berbagai daerah sebagai seorang Kristen.
Tri mengisahkan, model GKKK (Gereja Keliling Keliling Kalimantan), saat dirinya menjalankan tugas sebagai Kapolres di Kalimantan Barat, dan kini diterapkan di Yogyakarta sebagai Gereja Keliling Keliling Yogya.
Tri juga mengulas pengalamannya memimpin di daerah mayoritas Muslim seperti Jawa Barat, yang memperkuat pemahamannya tentang relasi antariman. Ia berbicara tentang anak-anaknya dan nilai kasih dalam keluarga, yang menurutnya menjadi instrumen penting untuk mencegah remaja terlibat kenakalan seperti klitih.
“Ada beberapa kasus klitih yang melibatkan anak Nasrani. Ini tanggung jawab bersama, terutama keluarga,” ujar Tri.
Sesi kesaksian dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dimoderatori Paulus Kristiyanto. Para pendeta dan romo secara bergantian menyampaikan pertanyaan dan refleksi tentang keamanan DIY, pembinaan remaja gereja, serta kolaborasi gereja–kepolisian.
Dirbinmas Polda DIY juga menegaskan, bahwa keamanan Yogyakarta adalah fondasi penting bagi pariwisata, perekonomian, dan dinamika sosial. Ia meminta gereja berperan aktif menjaga suasana kondusif. “Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas semua pihak,” ucapnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama menjaga Jogja sebagai ruang sosial yang rukun dan toleran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....