Dialog Moderasi Beragama: Festival Antar Agama Jembatan Kerukunan
- 11 Nov 2025 15:45 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Kemajemukan beragama di Indonesia dapat mengakibatkan kondisi yang rentan sikap fanatik yang berlebihan akan satu agama. Akibatnya sikap ekstremisme dalam beragama muncul.
Topik ini mengemuka dalam dialog moderasi beragama di Pro1 RRI Yogyakarta. Program acara yang berlangsung Selasa (11/11/2025) pukul 10.05-11.00 WIB ini bertema Menghindari Ekstremisme dan Fundamentalisme dalam Beragama.
Penyuluh agama Kristen Kemenag kota Yogyakarta Tri Didik Wibowo Adi, MTH mengatakan ekstremisme dapat hadir pada setiap agama. “Yang bisa dilakukan pemeluknya dengan mengendalikan diri,” katanya.
Menurutnya konteks ajaran agama dapat mengikis benturan yang ada. “Seperti misalnya dalam agama Kristiania ada ajaran kasih. Termasuk mengasihi musuh,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan moderasi beragama dapat tercipta melalui dialog antar umat beragama. Beberapa level moderasi beragama dapat menciptakan toleransi. “Level pertama adalah seminar. Level kedua dialog,” ucapnya.
Level pertama bersifat monolog. Karena hanya satu arah, pemateri menyampaikan materinya seputar moderasi beragama. Level kedua bersifat dialog. Masing-masing agama dapat menyampaikan keberagaman dan moderasi tiap agama. “Level berikutnya dengan tinggal bersama, seperti live in,” katanya.
Kegiatan dengan mengunjungi tempat ibadat yang berbeda pada masing-masing agama. Sementara level keempat dengan mengadakan festival atau karnaval. “Sehingga masyarakat dapat melihat jika orang yang berbeda agama dapat menyajikan tontonan menarik. Dapat memacu sikap rukun,” ujarnya.
Program acara Dialog Moderasi Beragama terselenggara tiap hari Selasa minggu kedua dan keempat. Selain melalui frekuensi FM 91,1 Pro1 RRI Yogyakarta, dapat juga didengarkan melalui kanal streaming RRI Digital. (rna/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....