Budaya, Pencipta Harmoni yang Harus Dijaga

  • 01 Nov 2025 12:41 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Budaya merupakan tiang atau penopang utama dalam membangun jati diri dan karakter suatu bangsa di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. Sebab itu, pelestarian nilai-nilai budaya menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial serta ketentraman negara.

“Karena budaya sebenarnya konsep yang luas mencakup aspek kehidupan manusia di dalamnya ada nilai-nilai,norma, kepercayaan ada juga adat istiadat dan tradisi,bahasa dan simbol-simbol seni dan ekspresi kreatif termasuk juga di dalamnya ada pola berlaku dan interaksi sosial,” ujar Sigit Triana selaku budayawan kepada RRI dalam Obrolan Astacita pada Sabtu (1/10/2025) siang.

Sigit Triana menyebutkan, kearifan lokal, tradisi, dan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga sumber kekuatan moral yang mampu mempererat persatuan di tengah perbedaan untuk memahami akar sejarah, menghargai keragaman, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam.

“Makanya budaya ini kalau saya katakan, ‘Budaya Tiangnya Negara Memayu Hayuning Nagari’ yang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti mendayagunakan kehidupan ini dengan baik untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian. Secara harfiah kan memayuh berarti menyayangi, hayuning berarti perdamaian atau harmoni. Nagari ya negara berarti dunia atau kehidupan dan konsep ini mewakili pandangan hidup masyarakat Nusantara yang menghargai kearifan local,” katanya.

Sigit menuturkan, dalam menjaga persatuan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia harus menjaga kedamaian, keselamatan, ketenteraman yang merupakan konsep memahami sebuah budaya.

”Jadi meskipun di 38 provinsi, Indonesia ini beda-beda budaya tapi tetap menjadi kearifan lokal, untuk membuat negara tetap tenteram karena pada dasarnya manusia itu diciptakan semuanya sama. Hanya kalau kita mempunyai kekuatan kebudayaan yang tinggi maka kita saling menghormati, saling memberikan kesejahteraan, (dan) yang paling penting adalah menjaga hubungan baik antara sesama manusia dengan alam, dengan Tuhan,” ujarnya, menambahkan.

Jangan lupa budaya sendiri

Di dunia yang serba digital seperti saat ini, Sigit menlanjutkan, dengan perkembangan zaman yang ada jangan sampai membuat manusia salah langkah dan melupakan hal mendasar yang harus dijaga yaitu budaya kita sendiri.

”Ada satu hal yang paling harus kita jaga yaitu saling menjaga budaya kita masing-masing agar kita saling menjaga, memelihara membuat menjadi indah tersebut sehingga langkah kita selalu ada remnya, selalu ada sesuatu yang ada dalam diri kita itu, oh kita itu orang Indonesia, kita itu orang Timur yang selalu bertindak sebaik mungkin menjadi wanti-wantinya gitu ya,” katanya.

Menurut Sigit, kekuatan kebudayaan yang kita miliki menjadi dasar ketika kita mengadopsi dan beradaptasi dengan situasi yang modern dan norma yang ada.

”Pantaslah ketika kita menjadi orang yang hebat, boleh kita menjadi orang yang pintar, boleh kita menjadi orang yang cerdas tetapi kita harus memaknai bahwa kita memiliki norma-norma dan nilai-nilai kaedah yang ada di dalam diri kita dan ini menjadi satu pola perilaku cerminan harmoni dan kegotong royongan,” ujar Sigit.

Dirinya pun menyontohkan, banyaknya warga asing yang ingin belajar dan mendalami budaya Indonesia karena melihat keanekaragaman dan keluhuran budaya yang ada.

“Orang luar Indonesia saja pengen ke Indonesia, belajar budaya Indonesia, datang ke Indonesia. Sebenarnya hanya ingin belajar tetapi dia tidak pulang karena memperhatikan dan melihat bagaimana indahnya sebuah komunikasi yang dibangun dari budaya ini ya ternyata mereka kagum banget. Makanya kekaguman itu jangan sampai kita sia-siakan justru kita kembangkan sesuai dengan kemampuan kita untuk menerapkan sebuah budaya ini menjadi alat untuk mempersatu dan untuk meraih satu kemajuan begitu,” ucapnya. (vemie/ros)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....