Orang Bijak, Wujudkan Anak Hebat di Masa Depan
- 31 Okt 2025 21:38 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Anak-anak menjadi salah satu harapan keluarga untuk nantinya bisa membanggakan keluarga terutama kedua orang tuanya. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan orang tua yang tidak hanya pintar, akan tetapi juga bijak dalam mendidik putra putrinya.
Pentingnya pendidikan bagi orang tua kepada anak-anaknya ini mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta untuk menghadirkan kelas literasi bagi para orang tua. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Afia Rosdiana mengatakan, perpustakaan Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan ruang-ruang bagi anak untuk lebih cinta terhadap buku.
Baik hal tersebut dilakukan dengan kelas literasi online bagi orang tuanya ataupun perpustakaan khusus anak-anak di PEVITA (Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Kota Yogyakarta) yang berada di jalan Mayjend Sutoyo, Kemantren Mantrijeron.
"Karena kan untuk pengembangan minat baca untuk anak itu kan, yang jelas orang tuanya juga harus berperan serta dalam pendidikan anak. Nah, itu makanya kami mengembangkan atau menyelenggarakan kelas parenting secara online," kata Afia kepada RRI, Kamis (30/10/2025) kemarin.
Ilmu parenting atau pengetahuan tentang cara mendidik, membimbing, dan merawat anak secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan intelektual menjadi bagian terpenting yang harus dimiliki para orang tua, apalagi arus teknologi yang mau tidak mau akan menjadi keseharian anak-anak saat ini.
"Kalau dari kelas itu setiap pada sesi akhir itu, kami ada materi terkait dengan pengembangan literasi anak. Jadi bagaimana mengenalkan anak kepada buku, sebagaimana mendampingi anak terkait dengan main HP gitu," ucap Afia.
Tidak sedikit kondisi saat ini, anak-anak cenderung lebih dekat dengan perangkat gawai, dengan dalih agar anak-anak tidak ribut dan lebih tenang.
"Jadi adanya kelas parenting ini juga bagaimana supaya bijak untuk mengenalkan teknologi pada anak dan juga mengenalkan bahwa untuk pengembangan literasi anak itu juga diajarkan atau dikenalkan dengan buku, atau aktivitas lainnya," ujar Afia.
Selain kelas parenting, upaya untuk lebih mendekatkan anak-anak kepada buku juga dilakukan, tidak hanya anak-anak yang belum mengenal gawai, namun juga bagi anak-anak yang selama ini lebih sering berinteraksi dengan gawai.
"Kami setiap hari Sabtu itu ada namanya program SASKIA, Sabtu seru di perpustakaan kota," kata Afia, menambahkan.
Melalui SASKIA, anak-anak akan dijaka dengan berbagai kegiatan seperti storytelling atau mendengarkan cerita dari buku, storycraft, hingga mengasah ketrampilan anak dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana.
"Jadi untuk anak-anak SD sampai untuk anak-anak SMP itu kami ada salah satunya itu," ungkapnya.
Disamping itu, Perpustakaan Kota Yogyakarta juga setiap harinya membuka kegiatan wisata literasi. "Jadi itu anak-anak sekolah dari mulai PAUD, TK, SD, SMP diajak untuk dikenalkan kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan dan masih banyak lagi sih kegiatan-kegiatan untuk mengenalkan anak pada pada buku gitu," terangnya.
Selain program yang disusun untuk meningkatkan literasi anak-anak, Perpustakaan Kota Yogyakarta juga didukung dengan Sumber Daya Manusia yang mumpuni.
"Alhamdulillah Perpustakaan kami ada lima orang yang sudah mendapat sertifikasi dari Kemen PPA. Sertifikat terkait dengan Kota Layak Anak, ada lima pustakawan," ujar Afia, menjelaskan.
Konselor dan Manager Kasus Puspaga Kenari Anis Lutfiah mengungkapkan, pola pengasuhan anak menjadi bagian paling penting karena dapat membentuk kepribadian dan emosi anak hingga kesehatan mental anak.
Disamping itu, pola pengasuhan juga mempengaruhi rasa percaya diri, empati, dan regulasi emosi. Bahkan melalui aturan dan batasan dari pola pengasuhan yang konsisten, anak-anak akan belajar.
"Pola pengasuhan yang tepat itu juga mengajarkan disiplin dan tanggung jawab, enggak yang ketat sekali sehingga anak cenderung bisa bohong di belakang karena merasa terkekang. Dan juga enggak yang longgar sekali sehingga anak gak pernah kenal terhadap aturan," kata Anis.
Disamping itu, pola pengasuhan juga mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosial, termasuk membantu anak memiliki kepercayaan diri dalam bersosialisasi tidak hanya teman sebaya namun kepada orang yang lebih tua.
"Pola pengasuhan yang tepat itu dampaknya juga jangka panjang, berkaitan dengan kesehatan mental dan keputusan hidup di masa depan," ujar Anis.
Kelas parenting secara online dikembangkan untuk semakin membuka wawasan para orang tua. Sehingga diharapkan lahir orang tua yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga bijak, fleksibel serta mampu menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak, karena keluarga memiliki peran penting dalam membangun ekosistem utama dalam perlindungan dan tumbuh kembang anak. (dyan/ros)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....