Daur Ulang Sawokecik Tingkatkan Ekonomi Warga Sekitar
- 22 Okt 2025 23:58 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Komunitas Sawokecik di Yogyakarta berhasil mengubah sampah menjadi produk daur ulang yang menarik, fungsional, dan bernilai jual tinggi. Melalui pelatihan kreatif dan kerja sama warga, sampah plastik, kertas, serta bahan bekas lainnya disulap menjadi tas, dompet, hiasan, hingga furnitur unik yang memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga membangkitkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat sekitar.Program daur ulang tahun yang digagas Dikko Andrey Kurniawan dan empat orang temannya telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga. Banyak anggota komunitas, terutama ibu rumah tangga dan pemuda, kini memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan produk-produk hasil daur ulang.
"Lebih dari 45 produk daur ulang sampah yang dibuat Sawokecik Recycle mulai dari produk daur tenun ulang seperti tote bag, sling bag, topi, table runner dan tatakan gelas. Kalau dari produk sistem molding yaitu casing HP, gelang, kalung, anting, gantungan kunci dan papan," ujar Dikko Andrey Kurniawan, Founder Komunitas SawoKecik ketika menjadi bintang tamu dalam program KomuniTalks di Pro 1 RRI pada Kamis (16/10/2025).
"Awalnya riset kak dari mulai alatnya dulu ,kita alatnya kita buat sendiri, jadinya riset bagaimana sistem kerjanya,alat tenun itu seperti apa terus komponennya itu seperti apa, terus nanti bahannya yang digunakan itu seperti apa .Hampir setengah tahun lebih, untuk bisa menghasilkan si sampah plastik menjadi sebuah lembaran kain tenun daur ulang dimana yang pertama kita lakukan itu tentu disterilisasi ya, karena kita menjaga kebersihan," kata Dikko tentang proses pengerjaan produk daur ulang.
Selanjutnya dijadikan benang dan ditenun oleh lima orang ibu warga sekitar di Desa Srigading Sanden Bantul Yogyakarta setelah diberikan pelatihan secara otodidak oleh Dikko dan teman -teman. "Kita juga menjadi salah satu binaan Pertamina, UMKM DIY baik Provinsi maupun kabupaten yang support kita sebagai UMKM untuk bagaimana mengembangkan, menjual produk-produk ini lebih luas lagi," ucap Dikko.
Sekitar lima orang ibu rumah tangga ikut terlibat dalam proses daur ulang sampah menjadi produk bermanfaat dan berkualitas dimna hasil kerja mereka ikut membantu dan meningkatkan perekonomian keluarga disamping ketrampilan mereka meningkat. Produk buatan tangan mereka bahkan mulai dipasarkan di bandara Yogyakarta Internatinal Airport, ke luar daerah dan dipamerkan dalam berbagai event lingkungan dan promo melalui konten- konten di media sosial embuktikan bahwa kreativitas berbasis sampah bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.
Keunggulan produk daur ulang Sawokecuk adalah ramah lingkungan, unik dan dapat digunakan sehari -hari, pilihan produk bervariasi, dapat melakukan custom warna dan produk, handmade, harga lebih terjangkau untuk segmen yang luas. Aksesoris seharga Rp.20 ribu-35 ribu, produk dari tenun mulai Rp.35 ribu-250 ribu, cocok untuk souvenir perusahaaan, organisasi, pemerintahan dan khususnya memberdayakan ibu-ibu rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....