Libur Lebaran, Adisutjipto Alami Lonjakan Penumpang 484 Persen

  • 31 Mar 2026 23:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bandar Udara Adisutjipto secara resmi menutup pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 pada Senin, 30 Maret kemarin, setelah beroperasi selama 18 hari, terhitung mulai 13-30 Maret 2026. Posko ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan selama periode arus mudik dan balik.

Selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026, Bandara Adisutjipto mencatatkan total pergerakan penumpang mencapai 10.671 penumpang. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 484 persen dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.729 penumpang.

Pertumbuhan yang tinggi ini mencerminkan adanya pemulihan dan peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi udara, khususnya untuk rute-rute jarak pendek yang dilayani dari Bandara Adisutjipto. General Manager Bandar Udara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Sektiadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan posko.

"Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Adisutjipto mengucapkan terima kasih atas sinergi yang solid dari seluruh stakeholder, baik internal maupun eksternal bandara. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional, sekaligus memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan tetap terjaga dengan baik selama periode Angkutan Lebaran 2026," ujarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan yang signifikan. Sepanjang periode masa arus mudik dan balik, tercatat sebanyak 245 pergerakan pesawat, atau tumbuh 354 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 54 penerbangan.

“Kenaikan ini menunjukkan peningkatan frekuensi penerbangan sekaligus optimalisasi operasional maskapai dalam mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim Lebaran,” kata Wibowo Cahyono Sektiadi.

Extra flight

Dari sisi pola pergerakan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), dengan jumlah kedatangan (arrival) mencapai 556 penumpang. Tingginya angka kedatangan pada periode ini mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang hari raya.

Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 23 Maret 2026 (H+1 Lebaran), dengan jumlah keberangkatan (departure) sebanyak 507 penumpang, yang menunjukkan percepatan mobilitas masyarakat untuk kembali ke kota asal aktivitas setelah perayaan Lebaran.

Selain itu, sejumlah maskapai turut meningkatkan layanan dengan mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight). Hingga akhir periode posko, tercatat sebanyak 68 extra flight telah direalisasikan guna mengakomodasi tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat.

Dominasi pergerakan penumpang masih berada pada rute Halim Perdanakusuma-Jakarta, dengan total mencapai 10.583 orang selama periode lebaran. Sementara itu, rute Karimunjawa mencatatkan 32 penumpang.

"Dominasi rute Jakarta masih menjadi karakteristik utama trafik di Bandara Adisutjipto. Namun demikian, dengan pertumbuhan trafik yang terus menunjukkan tren positif, kami optimistis ke depan akan semakin banyak pilihan rute baru yang dapat dikembangkan oleh maskapai," ucapnya, menambahkan.

Peningkatan trafik penerbangan di Bandar Udara Adisutjipto yang melampaui capaian tahun 2025 menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan layanan ke depan. Hal ini turut mendorong optimisme bahwa operasional penerbangan dengan pesawat jenis ATR akan semakin diminati oleh masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Adisutjipto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....