Pemerintah Buka One Way Nasional di Tol Kalikangkung untuk Arus Balik Lebaran 2026

  • 24 Mar 2026 21:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama, Selasa 24 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan yang diprediksi mencapai puncaknya pada 25–27 Maret 2026.

Peresmian ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga, di antaranya Menko PMK Pratikno, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa manajemen arus balik ini, untuk memberikan pelayanan maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan, jumlah kendaraan pada puncak arus balik mencapai 285 ribu unit.

"Masyarakat diharapkan merencanakan kepulangan dengan baik dan memanfaatkan fasilitas rest area. Kami juga memberlakukan sistem buka-tutup di beberapa titik untuk menghindari penumpukan kendaraan," ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengimbau pemudik agar tidak memaksakan diri, serta memanfaatkan pos pelayanan terpadu. Pemerintah kini mendorong penggunaan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk membantu mendistribusikan arus lalu lintas agar tidak terkonsentrasi di satu waktu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Pemerintah saat ini telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik.

"Pengemudi yang mengantuk dan letih menjadi penyebab kecelakaan. Kami sarankan setiap tiga jam berhenti beristirahat," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin memaparkan data menggembirakan terkait tren keselamatan transportasi tahun ini. Berdasarkan data periode 13–23 Maret 2026, Jumlah Kecelakaan Menurun menjadi 2.349 kejadian dari sebelumnya 2.397. Korban Meninggal Dunia juga mengalami penurunan sekitr 27%, dari 294 menjadi 213 korban.

Sebagai wujud kehadiran negara, Jasa Raharja kimi telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar hingga 23 Maret 2026 melalui program Zero Pending Claim.

"Kami memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan. Tapi prioritas kami adalah pencegahan. Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik pada 25–27 Maret dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima," ujarnya.

Melalui sinergi lintas sektor di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dasar yang responsif demi menghadirkan arus balik yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....