Atasi "Dompet Kempes" Pasca Lebaran, BPKH Berangkatkan 675 Pemudik DIY

  • 23 Mar 2026 11:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momen Hari Raya Idulfitri menjadi peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, terutama bagi para perantau yang pada momen ini memiliki kesempatan berkumpul dengan keluarga. Meski demikian lebaran seringkali menjadi dilema finansial, di satu sisi ada kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, namun di sisi lain, "sangu" atau bekal uang tunai seringkali terkuras habis untuk keperluan di kampung halaman.

Memahami fenomena "dompet kempes" pasca lebaran ini, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi dengan Rumah Zakat kembali menggelar Program Balik Kerja Bareng BPKH di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, 23 Maret 2026. Program yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi oase bagi ratusan warga Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin kembali mengadu nasib ke ibu kota tanpa harus pusing memikirkan biaya tiket.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati mengatakan, program kerja program Balik Kerja Bareng BPKH ini merupakan bagian dari rangkaian program Berkah Ramadan. Di mana terdapat enam rangkaian kegiatan di bulan Ramadan yang selama ini selalu diselenggarakan BPKH, dan tahun ini adalah tahun keempat untuk program Balik Kerja.

Melalui amanah yang dikelola sesuai Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH memiliki peran mendukung kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan kemaslahatan umat. Sulistyowati menjelaskan, pelaksanaan Program Balik Kerja Bareng BPKH ini menggunakan pembiayaan program kemaslahatan umat.

Sulistyowati mengungkapkan, betapa tingginya animo masyarakat setiap tahunnya sangat tinggi. Bahkan di titik keberangkatan Yogyakarta tahun ini saja, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 2.700 orang, padahal kuota yang tersedia hanya untuk 675 penumpang.

"Luar biasa antusiasmenya warga di Yogyakarta. Jadi pendaftarnya sekitar 400 persen atau 4 kali lipat dari jumlah kuota yang tersedia," katanya, di sela pelepasan pemudik Program Balik Kerja Bareng BPKH, di halaman Balai kota Yogyakarta.

Sulistyowati menceritakan, antusiasme pelaksanaan program Balik Kerja Bareng BPKH yang digelar di DIY ini, ternyata tidak hanya mengundang antusias pemudik di DIY. Hal ini terbukti, yang diberangkatkan hari ini juga berasal dari berbagai daerah yang ikut mendaftar terutama dari Jawa Tengah.

Untuk memanjakan para peserta, BPKH tidak hanya memberikan tumpangan bus gratis. Fasilitas lengkap mulai dari kaos seragam, makanan, snack, hingga souvenir dibagikan agar para perantau tetap semangat kembali bekerja.

"Syarat utamanya cuma satu, mereka harus sudah punya pekerjaan di Jakarta, bukan baru mau cari kerja, mereka cukup menunjukkan identitas sebagai karyawan atau staf. Program Balik Kerja ini tidak hanya menjadi perjalanan kembali ke tempat perantauan, tetapi juga menjadi perjalanan yang membawa semangat baru, harapan baru, dan keberkahan," ujarnya.

CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha menyampaikan, peserta yang hadir mengikuti Program Balik Kerja Bareng BPKH ini juga salah satunya dari Purworejo, di mana peserta tersebut sebelum berangkat sudah bermalam di masjid. Ia mengakui, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program ini cukup tinggi.

Irvan menjelaskan, total ada 15 bus yang diberangkatkan dari halaman Balai kota Yogyakarta, dengan rute bus 1-6 ke Bekasi, bus 7-10 ke Tangerang, bus 11-13 ke Kampung Rambutan Jakarta Timur, dan 14-15 ke Bogor. Diakuinya, untuk memaksimalkan pelayanan, disetiap bus setiap bus ada relawan yang membantu para pemudik.

Sebelum diberangkatkan, Irvan dalam laporannya menyampaikan, para peserta sebelumnya juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Dirinya juga berkelakar, secara umum peserta sehat, hanya saja yang kurang sehat adalah dompetnya, hal inipun kemudian disahut para peserta membenarkan.

"Alhamdulillah tadi secara umum sehat, yang paling kurang sehat memang dompetnya, makanya ini program Bali Kerja ini bermanfaat sekali," ujarnya

Salah satu peserta Ngainur Rofik mengatakan Program Balik Kerja Bareng BPKH ini sangat membantu bagi keuangan saat momen lebaran saat ini. Bahkan diakuinya, program ini diikuti sudah dua kali, hanya saja yang sebelumnya balik dari Lampung.

"Kebetulan lebaran ini mudik ke tempat istri, tahun kemarin saya di Lampung, ikut juga BPKH arus balik. Sekarang di Yogya ikut lagi jadi yang kedua," ucapnya.

Bersama istri dan anaknya, Rofik mengaku akan balik ke Karawang di mana tanggal 25 Maret 2026 sudah kembali memulai rutinitas pekerjaannya. Ia mengaku, dengan program ini setidaknya bisa menghemat biaya sekitar Rp800 ribu.

"Alhamdulillah program ini sangat membantu saya, dengan adanya program ini saya bisa menghemat biaya. Terima kasih BPKH telah mengadakan program ini untuk arus balik," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengapresiasi, kembali digelarnya program Balik Kerja Bareng BPKH. Ia mengakui, mudik lebaran merupakan momen yang dinantikan keluarga untuk berbagi kebahagiaan dan berkumpul.

Hanya saja lanjut Singgih Januratmoko, sangat dipahami bahwa arus balik seringkali menjadi tantangan baik dari sisi biaya maupun keselamatan. Sehingga pelepasan ini sebuah perjalanan penting, untuk kembali ke tempat kerja, kembali mengabdi, dan berkarya untuk keluarga serta bangsa.

"BPKH tepat sekali, kalau kita namanya mudik sering semua melaksanakan tapi kalau program balik kerja jarang. Karena apa? kalau balik kerja itu sangat dibutuhkan, ini tepat sekali, karena uangnya sudah habis, sehingga sangat membantu, oleh karena itu program Balik Kerja Bersama BPKH menjadi sangat penting dan relevan," ucapnya.

Singgih mengungkapkan, program ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melalui BPKH untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan perlindungan bagi masyarakat. Untuk itu ia juga akan mendorong kementerian-kementerian untuk menggelar hal yang serupa.

"Kita lihat dulu anggaran-anggaran di Kementerian yang lain. Tapi kita Komisi 8 mengapresiasi dan mendukung," ujarnya.

Program Balik Kerja Bareng BPKH tahun 2026, digelar di empat titik pemberangkatan yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Solo, Surabaya, dan Lampung dengan bus eksekutif yang disiapkan sekitar 60 bus. Total pendaftar yang ingin turut serta pada program ini mencapai lebih dari 11.000 orang, hanya saja dari setiap pemberangkatan hanya bisa memberangkatkan sekitar 675 orang atau menampung sekitar 2.700 orang pada arus balik lebaran tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....