Daop 6 Catat 32.854 Penumpang Turun di Stasiun

  • 22 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatatkan jumlah kedatangan penumpang paling tinggi sepanjang masa angkutan lebaran, yakni hari ini, Minggu, 22 Maret 2026 sebanyak 32.854 penumpang. Sementara, jumlah keberangkatan mencapai 28.700 penumpang. Angka ini masih dinamis seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga tengah malam nanti.

Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun paling padat dengan jumlah kedatangan mencapai 12.127 penumpang dan angka keberangkatan mencapai 8.097 penumpang. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan baik jumlah kedatangan maupun keberangkatan penumpang terhitung meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Hari ini atau sehari pasca Lebaran, KAI Daop 6 mencatatkan rekor angka kedatangan tertinggi selama 12 hari pelaksanaan Angkutan Lebaran. Ini menunjukkan selain penumpang yang pulang ke Yogyakarta dan Solo maupun daerah sekitarnya untuk bersilaturahmi, juga menunjukkan bahwa masa liburan Lebaran untuk berwisata menghabiskan sisa cuti bersama baru dimulai,” ujar Feni, Minggu, 22 Maret 2026.

Feni menambahkan, okupansi tiket angkutan lebaran periode 11 Maret-1 April 2026 telah mencapai 459.948 tiket atau 86 persen dari total kapasitas tiket yang disediakan yakni 532.830 tiket. Masih tersedia sebanyak 40.073 tempat duduk dari stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta yang dapat dipesan hingga akhir masa Angkutan Lebaran pada 1 April 2026 nanti.

Feni menambahkan bahwa arus balik di Daop 6 Yogyakarta akan mulai terlihat pada 23 Maret 2026 ditandai dengan sebanyak 28.148 tiket yang sudah dipesan. Diprediksi puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan angka pemesanan tiket telah mencapai 28.911 dan berpotensi masih terus bertambah. Oleh karena itu, Feni mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket arus balik agar tidak kehabisan.

“Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, dan kanal mitra kerjasaa resmi lainnya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur Connecting Train atau Kereta Persambungan sebagai opsi untuk mendapatkan alternatif kereta api menuju relasi yang diinginkan,” ucap Feni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....