Komisi A DPRD DIY Tekankan Lima Pesan Penting Sambut Lebaran di DIY

  • 16 Mar 2026 22:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M Komisi A DPRD DIY menyampaikan lima pesan penting baik bagi pemerintah, TNI/Polri, serta masyarakat. Pesan penting itu diantaranya terkait toleransi yang harus tetap dijaga, termasuk potensi perbedaan jatuhnya Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menekankan, persiapan yang matang penting dilakukan dalam menyambut arus mudik dan libur Lebaran tahun 2026 dengan selamat dan aman. Secara khusus ia meminta, sinergi dan gotong royong yang menjadi kekuatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat terus dilakukan untuk memastikan libur lebaran di DIY beejalan baik.

“Kepada Pemda, kepada Polda dan juga TNI serta instansi yang terkait untuk bergotong-royong memastikan situasi dan kondisi di DIY tertib dan aman, ini harapan kita. Jadi, konsentrasi kita pada aspek ketertiban umum dan juga keamanan,” katanya, dalam jumpa pers terkait kesiapan lebaran, di ruang Komisi A DPRD DIY, Senin, 16 Maret 2026.

Pesan kedua Eko Suwanto, mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan toleransi dan tenggang rasa, terutama dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan maupun Syawal. Ia juga mengapresiasi masyarakat dalam pelaksanaan bulan suci Ramadan yang luar biasa di DIY, terutama dalam hal toleransi dan tenggang rasa.

"Pemda DIY perlu memberikan kepastian hukum agar tidak ada aksi sweeping sepihak, sehingga hadir harmoni. Terima kasih masyarakat wujudkan toleransi dan tenggang rasa sehingga dapat jalankan berpuasa dengan penuh bahagia," ucapnya.

Bersama dengan pimpinan Komisi A DPRD DIY Hifni Muhammad Nasikh (F-PKB), Syarif Guska (F-Golkar) dan Akhid Nuryati (F-PDI P), alumni Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini juga menekankan pada pesan ketiganya terkait Lebaran tahun ini yang harus menjadi momentum untuk memperkokoh ekonomi rakyat. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini mengingatkan, agar pemerintah tidak membebani masyarakat dengan kenaikan pajak di tengah daya beli yang belum pulih sepenuhnya.

"Keempat, semangat gotong royong yang biasa disalurkan melalui rumah ibadah harus dikelola untuk menopang perekonomian lokal. Dengan demikian, perputaran uang selama masa Ramadan dan Syawal dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di desa-desa," ucapnya.

Kelima, mewujudkan lebaran dan Idul Fitri yang aman dan selamat, layanan publik terutama aspek kesehatan hingga kelaikan infrastruktur yang menjadi poin penting. Disamping itu, monitoring juga harus dilakukan Pemda agar situasi saat Lebaran di DIY tetap nyaman dan aman.

“Hari ini kita paham apa situasi ekonomi sedang tidak bagus dan lapangan kerja juga susah untuk dicari dalam situasi seperti sekarang. Kemudian juga tabungan juga kita melihat juga tidak besar. Nah, maka solidaritas sosial ini hanya mengharapkan bisa menjadi penopang selain perlindungan sosial yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui lima pesan ini, Komisi A DPRD DIY mendorong bisa lahir dan menjadi perhatian serius di lingkungan Pemda DI, Disamping itu juga diharapkan momen lebaran tahun ini menjadi kekuatan solidaritas sosial di DIY yang semakin kokoh, tidak hanya dari sisi kerukunan antara umat, tetapi juga memperkokoh gerakan ekonomi rakyat yang ada di DIY.

“Jadi ini kesempatan yang sangat baik untuk kita saling tolong. tolong-menolong itu di Ramadan dan juga Syawal besok untuk menjadi momentum bagi kita, untuk menjadi keseharian. Jadi harapan kita solidaritas sosial itu sehari-hari. Hari ini kan kita senang banget ya. Di setiap masjid itu ada masyarakat bergotong-royong, mengirimkan takjil, bergotong-royong masyarakat yang luar biasa,” ujarnya. Mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....