Tujuh Jalur Alternatif Disiapkan Dishub Sleman Urai Kemacetan, Ini Jalurnya
- 14 Mar 2026 22:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memperkirakan puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 14 dan 18 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 29 Maret 2025. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Dishub Sleman menyiapkan tujuh jalur alternatif bagi para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan jalur alternatif tersebut disiapkan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
"Ada tujuh jalur alternatif yang kami siapkan dalam proses membantu kelancaran arus mudik ini,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026.
Adapun tujuh jalur alternatif yang disiapkan yakni:
- Alternatif Magelang–Jogja, melalui ruas Simpang Pasar Tempel–Batas Kota dengan panjang jalur 22,4 kilometer.
- Alternatif Solo–Jogja, melalui Jalan Berbah Kalasan–Simpang Blok O sepanjang 9 kilometer.
- Alternatif Wates–Magelang, melalui Simpang Tiga Klangon–Simpang Empat Tempel dengan panjang 22 kilometer.
- Alternatif menuju Breksi, melalui Simpang Pasar Prambanan–Breksi dengan panjang jalur 5,4 kilometer.
- Alternatif Wates–Jogja, melalui Simpang Klangon–Simpang Empat Pelemgurih sepanjang 15 kilometer.
- Alternatif Magelang–Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel–Simpang Ramayana Bogem dengan panjang jalur 30,6 kilometer.
- Alternatif bus Magelang–Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel–Simpang Proliman Bogem dengan panjang jalur 28,5 kilometer.
Heri menjelaskan, jalur alternatif tersebut disiapkan sebagai pilihan bagi pemudik apabila jalur utama mengalami kepadatan. Misalnya dari arah Prambanan menuju Kota Yogyakarta, pengendara dapat berbelok ke kiri menuju wilayah Piyungan atau melalui Jalan Wonosari jika terjadi kepadatan di Jalan Solo.
Sedangkan pengenadara yang mengarah ke Magelang dapat melewati Proliman Bogem dan kemudian mengarah ke Tempel. Sementara itu, bagi pemudik dari arah Purwokerto menuju Yogyakarta, jalur Simpang Klangon melewati Tempel menuju Pasar Bibis juga dapat menjadi alternatif jika terjadi kepadatan di jalur utama.
Ia menambahkan, keberadaan jalur alternatif tersebut diharapkan dapat membantu pemudik mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi di jalur-jalur utama selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Sebelumnya, Dishub Sleman juga telah melaksanakan kegiatan pra arus mudik dengan melakukan survei dan inventarisasi kondisi jalan.
“Kami sudah melaksanakan aksi atau kegiatan pra arus mudik dengan melakukan survei inventarisasi jalan yang nanti kami akan memetakan jalur-jalur alternatif yang akan digunakan termasuk kondisi jalan dan kebutuhan rambunya,” ucap Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....