Libur Lebaran, Konsumsi BBM di DIY-Jateng Diprediksi Naik 30 Persen
- 14 Mar 2026 14:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memprediksi kenaikan signifikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Gasoline sekitar 30 persen selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) 9 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah Jawa Tengah – DI Yogyakarta. Puncak arus mudik pada momen lebaran ini diperkirakan akan terjadi sebanyak dua kali, 13 - 14 dan 21 - 22 Maret 2026.
Executive GM Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto mengatakan, pada periode Satgas Rafi tahun 2026 ada perbedaan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan libur Hari Raya Idulfitri 2026 akan berlangsung selama dua pekan, sehingga diperlukan persiapan dan langkah antisipasi, apalagi selama periode ini akan ada dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik.
Panjangnya libur lebaran ini, diakui Fanda juga berdampak pada proyeksi penjualan selama periode Satgas Rafi, proyeksi kenaikan khususnya terjadi pada produk jenis Gasoline total sebesar 30,3 persen dari konsumsi normal 12.943 KL/hari menjadi 16.863 KL/hari. Diproyeksikan peningkatan penjualan untuk jenis BBM Pertalite dari konsumsi normal harian 9.787 KL menjadi 12.741 KL mengalami peningkatan 30,2 persen, sedangkan jenis Pertamax dari 3.041 KL/hari menjadi 3.943 KL/hari, sementara Turbo dari 110 KL/hari menjadi 171 KL/hari.
“Untuk Pertamax hamper sama 29,7 persen, untuk Turbo naik 55 persen,” kata Fanda, Kamis, 12 Maret 2026.
Fanda menjelaskan, terjadi penurunan konsumsi untuk jenis BBM Gasoil dari rata-rata konsumsi harian normal sebesar 7.069 KL menjadi 6.340 KL turun 10,3 persen. Penurunan tertinggi pada BBM Solar 13 persen dari rata-rata harian 6.830 KL menjadi 5.944 KL, sementara Dexlite mengalami peningkatan 77 persen dari 69 KL/hari menjadi 118 KL/hari. Untuk Dex dari 170 KL/hari menjadi 279 KL/hari atau mengalami peningkatan 64,2 persen.
“Untuk solar karena ada pelarangan beroperasinya truk sumbu roda tiga ke atas, diperiode pelaksanaan puncak arus mudik dan balik, sehingga ini berdampak pula terhadap konsumsi solar. Namun tidak demikian untuk produk Dexlite dan Dex, karena memang mayoritas penggunanya itu adalah kendaraan pribadi ini terjadi kenaikan, karena memang ada peningkatan mobilitas warga yang melakukan mudik dan balik,” ucapnya.
Sementara untuk BBM armada transportasi udara juga diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 29,1 persen, Fanda mengungkapkan untuk produk jenis Avtur dari rata-rata harian normal 279 KL meningkat menjadi 360 KL. Sedangkan BBM Industri akan mengalami penurunan dari 580 KL/hari menjadi 564 KL/hari atau turun sebesar 33,5 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....