Layani Lebaran, Tol Fungsional Purwomartani Beroperasi Gratis 12 Jam Sehari

  • 11 Mar 2026 15:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ruas tol fungsional dari Purwomartani menuju arah Prambanan akan dibuka mulai tanggal 16 Maret hingga 29 Maret 2026 dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Dari gerbang tol Purwomartani pengendaran tidak akan dikenakan biaya tarif masuk alias gratis, sedangkan di gerbang berikutnya tetap dikenakan tarif masuk tol.

Manajer Pengendalian Tol Jogja – Solo Paket 1.2, Bachitiar Yusuf, mengatakan bahwa selama 14 hari beroperasi untuk digunakan sebaga jalur fungsional dari arah Yogyakarta menuju Solo, Jakarta serta Surabaya, akan ada peralihan jalur. Sehingga untuk kendaraan golongan I non bus dari arah Yogyakarta akan beralih menuju jalur B.

“Tadi seperti yang kita lewati di DST 41+500 ada peralihan dari Yogyakarta yang dialihkan melalui jalur B sampai menuju ke jalur operasional Solo. Jadi untuk arah ke Solo itu jalur B, kalau ke arah Yogyakarta itu jalur A,” kata Bachtiar.

Pengerjaan proyek tol fungsional Purwomartani – Prambanan masih akan terus dikebut menuju tanggal 16 Maret. Ia mengungkapkan untuk pengamanan tol fungsional pihaknya akan menyediakan guardrail dibeberapa titik sepanjang 11 kilometer serta tolo tolo dan water barrier yang menerus.

Sementara itu, ia menegaskan jalur fungsional dari Gerbang Tol purwomartani sampai dengan Prambanan tidak dikenakan biaya tarif. Sedangkan yang diberlakunya tarif normal adalah dari Gerbang Tol (GT) Prambanan menuju ke gerbang gerbang exit lainnya.

Karoops Polda DIY Kombes Polisi Rendra Raditya Dewayana, mengatakan bahwa kesiapan pengamanan tidak hanya difokuskan pada kegiatan ibadah masyarakat melainkan pada kelancaran arus mudik dan arus balik. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 13-14 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan pada tanggal 18-19 Maret 2026.

“Kami dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mempersiapkan beberapa titik yang nantinya dimungkinkan menjadi kerawanan kemaceran. Sebagai informasi, bahwa di Daerah istimewa Yogyakarta khususnya kanwil kementrian keagamaan sudah mempersiapkan 195 masjid, 45 gereja yang nantinya dipersiapkan untuk memberikan pelayanan demi kelancanan arus mudik,” kata Rendra.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk membatasi kecepatan maksimal 40 kilomater per jam. Selain itu ia juga menegaskan untuk tetap tertib berlalu lintas dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia apabila merasa Lelah saat berkendara. (Victorio Firsta)

Rekomendasi Berita