Siswi SMAN Enam Yogyakarta Sulap Styrofoam Menjadi Lem Ramah Lingkungan

  • 22 Jul 2026 07:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dua siswi SMA Negeri 6 Yogyakarta, Elvina Azmi Putri dan Latifah Jehenaira Nisa, menghadirkan inovasi kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah styrofoam menjadi lem serbaguna untuk perlengkapan sekolah. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari keikutsertaan mereka dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tingkat Nasional sekaligus menjadi upaya nyata mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah styrofoam.

Produk yang dikembangkan memanfaatkan limbah styrofoam yang selama ini sulit terurai di lingkungan. Melalui proses pengolahan yang inovatif, limbah tersebut diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi lebih tinggi. Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, inovasi ini juga menunjukkan bahwa kreativitas pelajar mampu menghadirkan alternatif produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi tersebut, Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Mandiri Kelurahan Bumijo menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan tim siswa. Kerja sama ini mencakup penyediaan bahan baku limbah styrofoam, pendampingan proses produksi, hingga pengembangan usaha agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan. "Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk mendukung lahirnya inovasi pelajar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah styrofoam," ujarnya.

Ke depan, produk lem serbaguna hasil inovasi tersebut direncanakan diproduksi secara massal di PDU Bumijo. Produk itu nantinya akan dipasarkan kepada masyarakat umum maupun berbagai institusi pendidikan sebagai salah satu alternatif perlengkapan sekolah yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat inovasi sekaligus mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis lingkungan.

Untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, pengembangan inovasi akan melibatkan Laboratorium MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kolaborasi ini meliputi penelitian komposisi bahan, pengujian mutu, hingga penyempurnaan formulasi agar lem yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan aman digunakan. "Pendampingan dari perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, aman digunakan, serta memiliki daya saing ketika dipasarkan kepada masyarakat," katanya.

Sinergi antara siswa, sekolah, PDU Bumijo, dan Universitas Negeri Yogyakarta menjadi contoh kolaborasi yang menghubungkan dunia pendidikan, riset, dan kewirausahaan. Melalui kerja sama tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengembangkan produk inovatif, tetapi juga memahami pentingnya membangun solusi yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui inovasi pengolahan limbah styrofoam menjadi lem serbaguna, SMA Negeri 6 Yogyakarta menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Inisiatif ini diharapkan mampu menginspirasi pelajar lainnya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat, mendukung ekonomi sirkular, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....