Gerakan Selamatkan Pangan, Komitmen Kurangi Sampah Makanan

  • 06 Sep 2024 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus menggalakkan Gerakan Selamatkan Pangan (GSP). Program ini merupakan upaya mencegah penyusutan dan pemborosan pangan (food loss and food waste) yang masih tinggi di Indonesia.

“Bapanas membuat Gerakan Selamatkan Pangan (untuk kurangi sampah makanan). Intinya kami melaksanakan kesepakatan internasional, bahwa kita mendukung zero waste,” kata Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Rabu (4/9/2024).

Dalam menjalankan Gerakan Selamatkan Pangan, Bapanas mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan tiga langkah. Yaitu stop boros pangan, belanja bijak, dan mendonasikan pangan yang berlebih.

“Kita harus paham dengan moralitas pangan. Sebuah konsep tanggung jawab terhadap makanan,” ujarnya.

Untuk mendukung GSP ini, sebut Nyoto, Bapanas mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi juga sektor swasta, seperti para donatur pangan dan pegiat pangan.

“Gerakan ini tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Bapanas. Ini perlu kolaborasi multisektor,” ucapnya.

Angka food loss and waste di Indonesia saat ini masih besar. Berdasarkan data Bapanas, angkanya mencapai 23 sampai 48 juta ton antara tahun 2000 hingga 2019.

“Satu orang membuang sisa makanan sekitar 1,5 kwintal per tahun. Ini sangat sia-sia dan merugikan dari aspek ekonomi mapupun lingkunmgan,” kata Nyoto.

Food loss and waste di Indonesia, menurut Nyoto, dapat menyebabkan kerugian hingga Rp551 triliun. Nilai kerugian itu setara dengan 4-5 persen produk domestic bruto (PDB) Indonesia.

Food loss adalah bahan pangan yang hilang saat proses produksi dan distribusi (belum dikonsumsi). Sementara food waste adalah sisa makanan yang tidak habis dimakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....