Taman Sulthanah Safiatuddin: Landmark Sejarah dan Budaya Aceh

  • 10 Jul 2024 15:13 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Taman Sulthanah Safiatuddin yang berada di Jalan Teuku Nyak Arief, Desa Lampriet, Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh adalah sebuah landmark yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah Aceh secara menyeluruh. Dibangun sebagai perwujudan dari komitmen untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Aceh, taman ini menjadi pusat kegiatan budaya dan atraksi wisata yang penting bagi penduduk setempat maupun pengunjung dari luar daerah, agenda tahunan yang sering diadakan di Taman Sulthanah Safiatuddin adalah Pekan Kebudayaan Aceh atau lebih dikenal PKA.

Dikutip dari Aceh Tourism, taman Sulthanah Safiatuddin, merupakan destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik dan mendalam bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Aceh. Dibangun sebagai penghormatan terhadap Ratu Safiatuddin, putri Sultan Iskandar Muda, yang dikenal cerdas dan berbakat dalam kesusasteraan, Taman Sulthanah Safiatuddin memiliki nilai sejarah yang sangat kaya. Taman ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, menandai pentingnya peran Ratu Safiatuddin dalam sejarah Aceh.

Nama taman ini diambil dari sosok Ratu Safiatuddin yang memerintah Kerajaan Aceh selama 35 tahun setelah kematian suaminya, Iskandar Tsani. Kepemimpinan Ratu Safiatuddin sempat menuai kontroversi di kalangan ulama karena ia adalah seorang perempuan.

Namun, berkat mediasi ulama besar Aceh, Nuruddin Ar Raniri, Ratu Safiatuddin akhirnya diakui sebagai pemimpin dengan gelar Paduka Sri Sultana Ratu Safiatuddin Tajul Alam Shah Johan Berdaulat Zillu’ilahi Fi’l Alam. Ratu Safiatuddin juga dikenal karena perannya dalam Perang Malaka pada tahun 1639 M, yang menunjukkan keberanian dan kecakapannya sebagai seorang pemimpin.

Untuk menghormati jasa-jasanya, pemerintah Aceh membangun taman ini sebagai wujud pengabdian kepada sosok yang sangat berjasa bagi Aceh. Dengan segala nilai sejarah dan fasilitas yang ditawarkan, Taman Ratu Safiatuddin menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi oleh siapa saja yang tertarik dengan sejarah dan budaya Aceh.

Dikunjungi RRI, fasilitas yang tersedia di taman ini meliputi panggung terbuka untuk pertunjukan seni dan budaya. Kemudian 23 anjungan dari kabupaten kota di Aceh berupa bangunan rumah adat dari masing-masing daerah. Selain itu terdapat area bermain untuk anak-anak, serta fasilitas umum seperti kios-kios makanan dan tempat duduk yang nyaman. Hal ini menjadikan taman ini sebagai tempat yang ideal untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman sambil menikmati berbagai acara budaya.

Salah satu atraksi utama di Taman Taman Sulthanah Ratu Safiatuddin adalah Pekan Kebudayaan Aceh, berbagai pertunjukan seni tradisional Aceh diadakan secara rutin. Mulai dari tari-tarian tradisional seperti tari Saman yang enerjik, hingga musik tradisional Aceh seperti gamelan atau rebana, pengunjung dapat menikmati keindahan dan keunikan seni budaya Aceh secara langsung.

Selain itu, taman ini juga sering menjadi tempat diadakannya pameran seni, bazar UMKM, dan festival kebudayaan yang menampilkan kerajinan tangan lokal, kuliner khas Aceh, serta berbagai produk seni lainnya. Acara-acara ini tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan akan warisan budaya Aceh. Berbagai kegiatan tersebut juga mendukung kemajuan ekonomi Aceh khusunya bagi pelaku UMKM.

Taman Pekan Kebudayaan Aceh bukan hanya tempat hiburan semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam pendidikan dan pemeliharaan budaya. Melalui berbagai aktivitas dan acara yang diadakan di sini, generasi muda diajak untuk mengenal, menghargai, dan memelihara kebudayaan Aceh yang kaya dan beragam.

Taman Pekan Kebudayaan Aceh di Banda Aceh adalah destinasi yang penting bagi siapa pun yang ingin. Untuk menggali dan merasakan kebudayaan yang kaya dan beragam dari Provinsi Aceh, maka Taman Ratu Sulthanah Safiatuddin sangat rekomended. Dengan berbagai acara budaya dan seni yang diadakan secara teratur, taman ini tidak hanya mempromosikan warisan budaya Aceh tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh terhadap warisan nenek moyang mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....