Ubi Madu Tawangmangu, Si Manis Yang Diburu Pecinta Ubi
- 17 Jun 2024 23:18 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Berwisata ke tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah tidak hanya disuguhi pemandangan khas Gunung Lawu yang memukau, namun hamparan ladang pertanian sayur mayur pun menjadi daya tarik, tidak salah jika wisatawan yang berkunjung ke daerah Tawangmangu memilih oleh oleh sayuran ataupun buah strawberry yang banyak dijajakan di sepanjang jalan Tembus Cemoro Sewu Tawangmangu.
Berlokasi tidak jauh dari jalur utama Tawangmangu arah Solo, bersebelahan dengan taman Balekambang ada sebuah kios yang menjual ubi madu khas tawangmangu, ubi ini pun bisa dijadikan pilihan lain oleh oleh saat berwisata di kawasan Gunung Lawu. Seorang wanita bernama Pujiningsih yang sudah selama 4 tahun berjualan ubi madu asli dari Tawangmangu, “ini ubi asli daerah sini saja, ya dari petani daerah Karangean , Besanten, Pakem, daerah dataran tinggi sini, “ katanya. Pujiningsih pun mengatakan jika kualitas ubi madu tawangmangu ini juga tidak berbeda dengan ubi cilembu Jawa Barat, “Ya sama, bibit dan tanaman sama, cuma beda penyebutan saja, kalau disini ubi madu,” tutur wanita asli tawangmangu ini.
Dengan 2 alat oven yang dimilikinya, dalam sehari Pujiningsih mampu menjual ubi Madu hingga 80 kilogram pada saat akhir pekan, dengan harga jual ubi matang duapuluh ribu rupiah per kilogram, dan dua belas ribu rupiah untuk ubi mentah. Berdua bersama dengan sang suami, Pujiningsih menjalankan usaha ini, “ya gantian, kadang suami yang oven ubi, karena oven ubi tidak bisa sebentar, butuh waktu sekitar 2 jam dengan suhu 225 derajat untuk menghasilkan ubi yang manis, sampai keluar madunya, “ tutur perempuan berhijab ini sambil menata ubi daganganya, Senin (17/6).
Pujiningsih pun membeberkan alasannya kenapa ubi madu terasa enak dan manis, ubi yang baru dipanen harus dibiarkan terlebih dahulu sampai layu, kurang lebih selama 10 hari. “kadar air menyusut, nah ini yang bikin madu jadi manis, tapi juga jangan terlalu lama, karena kualitasnya nanti bisa rusak,” ungkapnya. Pujiningsih pun tidak menampik jika harga ubi juga mengalami kenaikan yang cukup drastis,”kini tujuh ribu dari petani, kalau dulu hanya lima ribu, ya mau tidak mau harga mengikuti, 1 karung gini yang masih segar dari petani kalau dibiarkan dulu lama lama bobotnya berkurang, menyusut, jadi ya harga mentah siap oven sampai dua belas ribu,banyak juga wisatawan dengan mobil plat luar daerah sini, banyak beli ya matang ya mentah, “ tutur nya mengakhiri perbincangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....