Telaga Biru Asal Usul Masyarakat Lembah Baliem

  • 13 Jun 2024 09:32 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Wisata alam Telaga Biru Maima di Distrik Maima berjarak sekitar 12 km dari Kota Wamena. Telaga ini terbentuk secara alami dengan airnya yang berwarna biru bening. Tempat wisata Telaga Biru ini juga mempunyai nilai sejarah yang dikenal karena cerita warisan (mitos) mengenai asal usul manusia pertama di Lembah Baliem.

Secara turun temurun, Telaga Biru Maima (Mawi'ima) dipercayai sebagai tempat asal usul anusia pertama Wamena dan umumnya Papua Pegunungan. karena dari tempat itulah orang keluar dan menyebar hingga ke seluruh wilayah Laapago, Pegunungan Papua. Karena itu, Kepeilikan tempatnya juga bukan hanya orang yang ada di Maima saja, melainkan tempat bersejarah itu dimiliki oleh seluruh suku dan klan di Wilayah Laapago.

Menurut tulisan Onoy Lokobal di Suarapapua.com, bahkan masih tersimpan rapi dan ada sebagian mitos yang tidak di publikasikan. Sekalipun Telaga Biru Maia (Mawi'ima) mempunyai daya tarik wisata sejarah dan pemandangan yang mempesona, namun masyarakat setempat masih ragu untuk menjadikan tempat objek wisata karena pertimbangan berbagai sudat pandang secara budaya dan dampak lainnya.

Pada tahun 2023, saat meresmikan Mumi di Kampung Aikima, Distrik Pisugi, Bupati Jayawijaya John Richard Banua mengungkapkan "Telaga Biru di Maima itu salah satu objek wisata yang bagus. Tetapi dikatakan itu tempat keramat. Mmemang kita hargai itu kalau dibilang tempat keramat. Tetapi selama ini kenapa selalu orang datang ke sana foto-foto? Masih ada yang sering osting di facebook dan media sosial lainnya. Nah daripada begitu mending kita bikin objek wisata saja. Supaya benar-benar ada pendapatan untuk masyarakat disitu."

Sementara itu, Engelberth Ch.W Surabut, SE., M.Si Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya mengaku, Telaga Biru di Distrik Maima hingga kini tidak diizinkan untuk dijadikan objek wisata. Alasan utamanya, masyarakat setempat mengatakan telaga tersebut ada di kawasan keramat.

Surabut berpendapat, bila diizinkan dan dijadikan objek wisata tentunya akan memberikan dampak perekonomian warga di Distrik Maima dan sekitarnya. Diakuinya, sudah pernah dilakukan komunikasi antara Pemerintah Daerah dan pemilik Hak Ulayat, hanya saja memang belum mendapat izin untuk dijakikan destinasi wisata alam.

“Masyarakat bilang kawasan ini ada menyimpan kepercayaan marga atau keluarga tertentu saja dan orang lain tidak tahu itu. Jadi, mereka larang jadikan objek wisata.” Selain Mawi’ima, menurutnya Pemkab Jayawijaya juga telah mendata sejumlah tempat keramat. Rata-rata tak diizinkan untuk dibuka menjadi ruang publik.

Dalam Bahasa daerah, penyebutan “ma-i-ma” berarti tempat di bawah di mana ada air atau (we) ma-i-ma. Hingga kini Telaga Biru masih manjadi salah satu lokasi bersejarah dan lokasi objek budaya yang dijaga kelestariannya.Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun 4.

Wisata Alam Telaga Biru hanya menyajikan keunikan sejarah, panorama alam dan sumber air yang berwarna hijau ke biru-biruan. Bagi penggemar pemotretan panorama alam, wisata ini cukup memberkan kepuasan tersendiri. Memasuki lokasi wisata tidak di pungut biaya, namun harus mendapatkan ijin dari pengelola/keluarga setempat atau dapat menghubungi kepala Distrik Maima.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....