Midang Bebuke, Tradisi Unik Lebaran di Kayuagung

  • 13 Apr 2024 17:05 WIB
  •  Palembang

KBRN, Kayu Agung: Pergelaran Midang Bebuke atau arak-arakan pakaian adat pada hari lebaran, jadi tradisi turun temurun masyarakat Kayuagung, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel.

Midang Bebuke ini menjadi tradisi unik masyarakat Kayuagung yang dilaksanakan setiap tahunnya, pada Hari Raya Lebaran Idulfitri.

Tahun ini gelaran midang terlihat semarak dan tertib. Arak-arakan puluhan pasang pengantin terlihat mengelilingi jalanan sungai Komering diiringi musik jidur pada Jumat, (12/42024).

Salah satu tokoh masyarakat Kayuagung, Saiful Ardan mengatakan, awal mulanya Midang Bebuke terjadi sekitar abad ke-17. Midang dijadikan sebagai syarat pernikahan.

"Ketika itu ada perseteruan antara pihak mempelai laki-laki dan perempuan. Pihak mempelai laki-laki berasal dari keluarga yang miskin sementara pihak perempuan berasal dari keluarga yang terpandang" kata Saiful kepada RRI Palembang, Jumat (12/4/2024).

Dia juga mengatkan, bahwa hal ini membuat pihak perempuan meminta sejumlah syarat kepada keluarga laki-laki yaitu berupa arak-arakan kereta hias menyerupai naga lengkap dengan gegawaannya. Singkat cerita persyaratan tersebut dipenuhi.

Sejak peristiwa itulah, masyarakat Kota Kayuagung menyelenggarakan acara Midang Bebuke Morge Siwe.

Midang sendiri dalam istilah masyarakat Kayuagung adalah sebuah kegiatan berjalan kaki dengan menggunakan pakaian adat perkawinan masyarakat Kayuagung, sedangkan bebuke artinya lebaran.

Midang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi di Morge Siwe (Sembilan Marga) yang merupakan persyaratan untuk jemput mempelai perempuan oleh mempelai laki-laki atau masuk dalam adat istiadat perkawinan.

Seiring dan berjalannya waktu, midang ini terus mengalami perkembangan sehingga menjadi sebuah agenda pariwisata di OKI.

Hingga kini midang telah menjadi agenda tahunan di Kota Kayuagung terutama pada perayaan Idulfitri (Bebuke).

Bahkan midang telah ditetapkan sebagai kekayaan khasanah budaya masyarakat Kayuagung melalui sertifikat Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....