Alam dan Budaya Menyatu di Desain Waterfront City Pangururan
- 25 Nov 2023 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Balige: Waterfront City yang berada di Pangururan Kabupaten Samosir menjadi daya tarik tersendiri. Khususnya selama ajang balapan Aquabike Jetski World Championship 2023 di Danau Toba.
Area waterfront seluas 1,5 kilometer itu menjadi pusat perhatian seluruh warga dan penonton. Galeri terbuka berkelas internasional itu mengandung makna tentang penyatuan alam dan budaya Samosir.
“Contohnya (Waterfront) berdiri di Teluk Aek Nadio atau air yang jernih (dalam bahasa Batak). Itu pesan kita untuk masyarakat Samosir, Indonesia dan dunia bahwa Danau Toba itu danau yang harus dijaga kelestariannya,” ujar Planning & Urban Design Director ARD Design, DS Pangestuti Harianto, yang ditemui di Kawasan panggung Waterfront City, Pangururan, Samosir, Jumat (24/11/2023).
Perempuan yang akrab disapa Tuti itu menceritakan, proyek pembangunan kawasan Waterfront Pangururan mulai dibangun pada 2022 lalu. Pembangunan memakan waktu Panjang karena mencakup pembangunan kawasan Bukit Tele di jalan akses utama menuju Samosir dari bandara Silangit.
“Pembangunan yang dimulai 2022 itu sekarang sedikit lagi (rampung). (Proyek) itu bisa menerima sekian banyak pengunjung dan berkelas internasional,” ujarnya.
Sedangkan anggota tim perancang Waterfront City Pangururan, Ruly, menambahkan pihaknya mengangkat legenda-legenda batak yang hampir punah. Karena tidak diturunkan ke generasi muda saat ini.
Misalnya, legenda Boru Saniang Naga atau Dewi Air dalam Bahasa Batak dan Boraspati Ni Tano atau Dewa Tanah. “Jadi orang Batak yang masih muda-muda, mungkin lupa bahwa dari dulu orang tuanya berpesan jagalah Danau Toba,” ucap Ruly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....