Destinasi Wisata Appalarang Tinadung dan Tanjung Datuk Kembangkan Potensi Lokal
- 06 Sep 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memiliki destinasi wisata unggulan yang tumbuh dari potensi lokal dengan daya tarik khas setiap daerah.
- Appalarang Tinadung berlokasi di Desa Ara, Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan terkenal dengan tebing batu, laut jernih, serta pepohonan hijau yang memukau.
- Tanjung Datuk merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang dikembangkan berbasis potensi lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki beragam destinasi wisata yang tumbuh dari potensi lokal dengan daya tarik khas masing-masing daerah. Dua di antaranya, yaitu Appalarang Tinadung dan Tanjung Datuk.
Appalarang Tinadung berada di Desa Ara, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kawasan ini dikenal lewat tebing batu, laut jernih, dan pepohonan hijaunya.
Perintis dan pengelolanya, Amiruddin Rasyid, mulai mengembangkan kawasan tersebut pada 2011. Ia terinspirasi setelah studi banding ke Hongkong dan menemukan kemiripan antara negara tersebut dengan kampung halamannya.
“Begitu kembali dari Hongkong, saya melakukan survei kemudian pengumpulan data-data. Pada bulan Desember 2011, mulailah kami merintisnya,” ujar Amiruddin dalam percakapan bersama PRO 3 RRI, Minggu, 6 September 2026.
Sebelumnya, kawasan Tinadung sempat ditinggalkan warga karena aksesnya terbatas. Kendala utamanya adalah jalan, air bersih, dan penerangan.
Beberapa tahun setelah dirintis, Appalarang mulai menarik wisatawan lokal hingga mancanegara. Tebingnya yang menjulang sekitar 10 sampai 17 meter jadi daya tarik utama.
“Appalarang keindahannya luar biasa karena air lautnya sangat jernih, kemudian ada tebing batu yang menjulang di pinggir lautnya. Kita juga menjaga kelestarian pepohonan yang ada di sana,” ucap Amiruddin.
Pengelola juga menyediakan sejumlah sarana pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung yang datang. Akses jalan menuju kawasan tersebut juga kini telah diperbaiki dan sebagian mendapat dukungan dari keterlibatan para wisatawan.
Berbeda dari Appalarang, Tanjung Datuk lebih mengandalkan wisata sejarah. Lokasinya berada di tepian Sungai Siak, Pekanbaru.
Master Asesor Pariwisata, Osvian Putra, mengatakan kawasan itu dekat dengan sejarah Perang Dunia II. Ia menyebut Tanjung Datuk berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api pada masa pendudukan Jepang.
Jalur rel itu dibangun untuk menghubungkan Sawahlunto dengan Sungai Siak menuju Singapura. Pembangunannya melibatkan Romusha dan ribuan tahanan perang Sekutu.
“Pembangunan jalur rel kereta api tersebut panjangnya sekitar 220 km dan ini sebenarnya proyek kembar. Satu proyek yang sama juga dibuat Jepang di Kanchanaburi, Thailand yang menghubungkan Thailand dengan Birma, kota Tambu Zayed,” kata Osvian.
Wisatawan kini bisa menyusuri bekas kamp tahanan di sepanjang jalur itu. Sejumlah peninggalan, termasuk lokomotif di Tanjung Ru, masih bisa ditemui
Osvian mengembangkan kawasan itu sebagai wisata minat khusus. Sejak 2013, wisatawan Eropa, terutama Belanda, mulai diajak mengenal sejarahnya.
Appalarang dan Tanjung Datuk menunjukkan wisata Indonesia tak melulu soal destinasi populer. Keduanya menawarkan alam, sejarah, dan pengalaman yang berbeda. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....