Artotel Suites Aquila dan PT DI Sepakati Kemitraan Wisata Edukasi
- 14 Jul 2026 23:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Artotel Suites Aquila menyepakati kemitraan eduwisata kedirgantaraan bersama PT Dirgantara Indonesia.
- Kedua pihak menyusun paket akomodasi yang terintegrasi langsung dengan akses masuk wahana edukasi.
- PT Dirgantara Indonesia memanfaatkan unit pesawat terbang tidak aktif sebagai sarana pembelajaran publik.
RRI.CO.ID, Bandung - Hotel Artotel Suites Aquila menyepakati kemitraan program eduwisata kedirgantaraan dengan produsen pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Kolaborasi ini bertujuan memberikan pengalaman baru bagi tamu hotel selain sekadar menawarkan paket penjualan kamar saja.
Kedua pihak mematangkan paket akomodasi yang terintegrasi langsung dengan akses masuk menuju wahana edukasi tersebut. Sinergi pariwisata ini diharapkan mampu mendukung kemajuan bisnis perhotelan sekaligus memperkuat sektor industri kedirgantaraan nasional.
General Manager (GM) Artotel Suites Aquila Anton menjelaskan ketertarikan pihak manajemen hotel terhadap program eduwisata kedirgantaraan. Penjelasan tersebut disampaikan secara langsung di kawasan hotel tersebut di Bandung pada Selasa, 14 Juli 2026.
"Yang saya mau ajukan ke PT DI adalah sangat spesifik untuk wisata edukasi yang sangat berbeda. Kita bangga-bangga banget dulu dengan menteri kita dan sempat jadi presiden juga, Pak Habibie, ya," kata Anton.
Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT DI Harry menegaskan komitmen perusahaan dalam sektor pendidikan kedirgantaraan. Program tanggung jawab sosial tersebut sengaja diperluas demi menjangkau kunjungan dari kalangan masyarakat umum dan pelajar.
"Asalnya kita tidak membuka untuk umum juga, Pak, tapi untuk CSR di pilar pendidikan. Jadi kita mengundang sekolah-sekolah, baik yang ada di Bandung maupun luar Bandung," kata Harry.
Harry berharap kemitraan jangka panjang ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kedua belah pihak. Manajemen perusahaan terus melakukan inovasi teknologi secara aktif agar mampu bersaing ketat pada pasar global.
"Nanti juga bisa diperpanjang, Pak, kontraknya, bisa sampai puluhan tahun lah, mungkin. Jadi kita sama-sama bantu, PT DI maju, Artotel juga maju," ujarnya.
Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT DI Adi Prastowo menjelaskan kelanjutan produksi armada pesawat terbang. Pihak manajemen mengalihkan pemanfaatan beberapa unit pesawat terbang yang tidak aktif sebagai sarana wisata edukasi.
"Jadi, setelah N250 distop pada tahun '98, kita masih punya produk yang namanya CN235, sampai sekarang masih berproduksi, masih kita pasarkan dengan cukup baik. Kemudian NC212, itu pun sama, kita masih kembangkan dan CN235 dan NC212 hanya satu-satunya di dunia yang memproduksi adalah PT DI," ucap Adi Prastowo.
Adi Prastowo menilai keberadaan armada tersebut sangat efektif dalam mengenalkan sejarah kedirgantaraan kepada generasi muda. Kunjungan akhir pekan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pembenahan transportasi publik di sekitar bandara.
"Ini adalah CN235. CN235 eks Merpati yang sudah grounded, yang kita manfaatkan sebagai wahana edukasi untuk masyarakat sekitar, pelajar dan mahasiswa yang berkunjung ke Edutainment Factory Tour ini," katanya di kawasan PT DI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....