Liburan Sekolah Gerakkan Ekonomi Daerah, Okupansi Hotel Capai 80 Persen

  • 07 Jul 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Libur sekolah mendorong konsumsi domestik dan meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama di sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hotel, serta UMKM.
  • Okupansi hotel naik 20–30 persen selama musim liburan, dengan tingkat hunian mencapai sekitar 70–80 persen di destinasi wisata favorit.
  • Pemerintah dan pelaku usaha perlu berkolaborasi untuk memperkuat potensi ekonomi daerah melalui pengembangan produk lokal dan menjaga pertumbuhan ekonomi setelah musim liburan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Libur sekolah kembali menjadi penggerak konsumsi masyarakat di berbagai daerah. Momentum tersebut memperkuat aktivitas ekonomi berbasis pariwisata dan usaha lokal.

Peningkatan mobilitas wisatawan turut mendorong transaksi berbagai sektor usaha. Dampaknya dirasakan hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM.

"Libur sekolah menjadi salah satu pendorong konsumsi domestik. Pergerakan wisatawan meningkat pada kuartal kedua," kata Ekonom dan Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Rahma mengatakan dampak ekonomi tidak tersebar merata di seluruh daerah. Manfaat terbesar masih dinikmati kawasan tujuan wisata populer.

"Perputaran uang terkonsentrasi di daerah wisata. Hotel, transportasi, kuliner, dan UMKM memperoleh manfaat besar," katanya

Rahma menilai pemerintah perlu memperkuat potensi ekonomi setiap daerah. Hilirisasi produk lokal dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran melihat dampak itu melalui peningkatan okupansi hotel. Destinasi favorit mengalami lonjakan kunjungan selama libur sekolah.

"Okupansi hotel meningkat sekitar 20 hingga 30 persen. Rata-rata okupansi mencapai sekitar 70 hingga 80 persen," kata Maulana Yusran.

Maulana juga melihat perubahan pola belanja wisatawan selama liburan sekolah. Masyarakat lebih mengutamakan efisiensi tanpa mengurangi pengalaman berwisata.

"Mereka lebih efisien memilih akomodasi dan transportasi. Perjalanan darat kini semakin diminati wisatawan," katanya.

Kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dinilai penting menjaga momentum tersebut. Langkah itu diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Agnes Claudia Ohoira).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....