Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel, PHRI Catat Kenaikan 30 Persen
- 07 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Okupansi hotel naik signifikan selama libur sekolah, terutama di destinasi wisata favorit di Pulau Jawa, dengan kenaikan sekitar 20–30 persen.
- Wisata domestik meningkat karena pelemahan rupiah membuat biaya perjalanan ke luar negeri lebih mahal, sehingga masyarakat memilih berlibur di Indonesia.
- Ekonomi daerah ikut terdorong melalui peningkatan konsumsi masyarakat, yang berdampak pada sektor pariwisata, akomodasi, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Libur sekolah kembali meningkatkan aktivitas pariwisata di berbagai daerah. Dampaknya terlihat pada kenaikan tingkat hunian hotel selama musim liburan.
Destinasi wisata di Pulau Jawa menjadi tujuan favorit masyarakat. Kemudahan akses transportasi ikut mendorong peningkatan jumlah perjalanan wisata.
"Destinasi favorit mengalami peningkatan okupansi selama libur sekolah. Kenaikan okupansi terlihat di berbagai destinasi wisata favorit di Pulau Jawa," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Maulana, wisatawan kini lebih banyak memilih berlibur di dalam negeri. Pelemahan rupiah membuat perjalanan luar negeri semakin mahal.
"Banyak wisatawan memilih tetap berwisata di Indonesia. Okupansi hotel meningkat sekitar 20 hingga 30 persen," ujarnya.
PHRI mencatat tingkat okupansi hotel mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Pada hari biasa, okupansi hanya berkisar 40 hingga 50 persen.
Sementara itu, Ekonom dan Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai kondisi tersebut turut menggerakkan ekonomi daerah. Libur sekolah menjadi pendorong konsumsi masyarakat pada kuartal kedua.
"Libur sekolah menjadi salah satu pendorong konsumsi domestik. Pergerakan wisatawan meningkat selama kuartal kedua," kata Rahma Gafmi.
Menurut Rahma, manfaat terbesar dirasakan sektor pariwisata dan akomodasi. Efeknya kemudian menjalar kepada kuliner, transportasi, dan UMKM.
"Perputaran uang terbesar mengalir ke daerah wisata. UMKM turut menikmati multiplier effect selama musim liburan," ucapnya.
Momentum libur sekolah dinilai memberi dorongan positif bagi sektor pariwisata nasional. Namun, pelaku usaha tetap berharap peningkatan berlanjut setelah musim liburan berakhir. (Agnes Claudia Ohoira).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....