Bupati Berau Pacu Sektor Pariwisata Bahari Kelas Dunia

  • 23 Jun 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Berau mengalihkan fokus ekonomi dari sektor pertambangan batu bara ke sektor pariwisata berkelanjutan.
  • Pulau Maratua dan Pulau Derawan menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya tarik wisata bahari langka di tingkat internasional.
  • Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) tambang menjadi momentum bagi daerah untuk memaksimalkan potensi alam non-tambang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Berau kini secara masif memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata bahari kelas dunia sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata untuk mengurangi ketergantungan daerah pada sektor pertambangan batu bara yang mulai mengalami pembatasan kuota produksi dari pemerintah pusat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa wilayahnya dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa abadi di sektor kelautan. Pengalihan fokus ini diharapkan mampu menciptakan dampak berganda bagi kesejahteraan masyarakat lokal serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Kami merasakan manfaat yang sangat luar biasa dari momentum ini untuk bangkit. Kesulitan ekonomi akibat penurunan dana bagi hasil justru memaksa kami mengelola potensi pariwisata secara maksimal," ujar Sri Juniarsih saat menjadi narasumber dialog RRI, sebagaimana dilansir dari Youtube RRI Pro3, Selasa, 23 Juni 2026.

Wilayah ujung utara Kalimantan Timur ini menyimpan pesona bahari global seperti Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Kedua pulau tersebut telah lama dikenal oleh komunitas divers internasional berkat keindahan terumbu karang dan keanekaragaman hayati lautnya yang sangat langka.

Maratua bahkan memiliki keunikan alam berupa fenomena tornado barakuda yang diklaim hanya ada dua di seluruh dunia. Potensi besar ini menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang menggunakan penerbangan khusus secara berkala.

"Pulau Maratua diakui dunia karena memiliki tornado barakuda yang sangat langka bagi pencinta olahraga diving. Kami rutin mengadakan expo di luar negeri untuk terus mendatangkan para investor dan turis asing," kata Sri Juniarsih menambahkan.

Pemerintah daerah optimis bahwa transformasi ekonomi hijau ini akan berjalan lancar dengan dukungan dari berbagai pihak terkait. Sektor perhotelan dan ekonomi kreatif mulai bersiap menyambut lonjakan kunjungan pariwisata yang diprediksi terus meningkat tajam.

Melalui kolaborasi erat bersama masyarakat, Berau berkomitmen membangun infrastruktur penunjang pariwisata tanpa merusak ekosistem asli. Rencana jangka panjang ini diharapkan mampu mengamankan stabilitas ekonomi daerah demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Selengkapnya di YouTube RRI Pro3.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....