Mengenal Lebih Dekat Studio Alam Gamplong, 'Mini Hollywood' dari Sleman
- 04 Apr 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berlokasi sekitar 16 kilometer dari titik nol Yogyakarta, tempat ini menawarkan berbagai desain bangunan unik
- Pengunjung dapat merasakan pengalaman berfoto dengan latar tempo dulu
- Keberadaan Studio Alam Gamplong menjadi bukti potensi ekonomi kreatif berbasis desa
- Tempat ini menggabungkan fungsi edukasi, wisata, dan industri perfilman dalam satu kawasan
RRI.CO.ID, Jakarta - Destinasi wisata di Yogyakarta memang tak ada habisnya untuk dijelajahi. Salah satunya Studio Alam Gamplong di Sleman yang dikenal sebagai 'mini Hollywood'
Berlokasi sekitar 16 kilometer dari titik nol Yogyakarta, tempat ini menawarkan berbagai desain bangunan unik. Kawasan ini sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai fotografi.
Dirangkum dari laman jogjaprov.go.id, Sabtu, 4 April 2026, Studio Alam Gamplong atau Gamplong Studio Alam Sleman (GSAS) merupakan studio film terbuka. Saat tidak digunakan untuk syuting, kawasan ini dibuka untuk wisata edukasi dan aktivitas fotografi.
Berbeda dengan tempat wisata pada umumnya, bangunan di studio ini dibuat sesuai kebutuhan film. Set bahkan dapat berubah, dibuat usang, atau rusak mengikuti kebutuhan cerita.
Julukan “mini Hollywood” melekat karena lokasi ini digunakan untuk syuting film. Salah satunya film Sultan Agung: The Untold Love Story karya sutradara Hanung Bramantyo.
Film tersebut mengambil latar abad ke-16 hingga ke-17. Kawasan Gamplong pun disulap menyerupai suasana Indonesia pada masa itu.
Di dalamnya terdapat berbagai set seperti benteng Belanda, bangunan Cina, rumah joglo, hingga nuansa Betawi. Pengunjung dapat merasakan pengalaman berfoto dengan latar tempo dulu.
Studio ini dibangun atas prakarsa Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu. Awalnya, pembangunan dilakukan untuk mendukung produksi film bertema kepemimpinan.
Setelah proses syuting selesai, studio ini kemudian dihibahkan kepada pemerintah daerah. Kini, kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai wisata edukasi perfilman.
Pengunjung dapat belajar tentang proses pembuatan film dan berbagai tahapan produksi. Hal ini memberikan pemahaman bahwa sebuah film dibuat melalui proses panjang.
Selain itu, terdapat set pasar tradisional dengan berbagai properti pendukung. Detail seperti payung kertas dan keranjang besar memperkuat nuansa zaman dulu.
Untuk menunjang kenyamanan, tersedia warung makan dan area istirahat bagi pengunjung. Lokasinya yang dekat dari pusat kota membuat tempat ini mudah dijangkau.
Keberadaan Studio Alam Gamplong menjadi bukti potensi ekonomi kreatif berbasis desa. Tempat ini menggabungkan fungsi edukasi, wisata, dan industri perfilman dalam satu kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....