Sejarah Pulau Komodo dan Panggilannya dari Masyarakat

  • 06 Mei 2023 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Siapa yang tidka mengenal Pulau Komodo? Pulau ini terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini merupakan tempat habitat asli binatang purba komodo.

Jika belum tahu, ternyata pulau ini terletak di Area Taman Nasional Komodo yang saat ini pengelolaannya ada di Pemerintah Pusat. Pulau ini sendiri berada di timurnya pulau Sumbawa setelah selat Sape yang memisahkan Provinsi NTB dan NTT.

Secara administratif pulau ini termasuk dalam Kecamatan Komodo kabupaten Manggarai Barat, seperti Labuan Bajo yang memiliki kecamatan yang sama. Di pulau Komodo ini habitat binatang purba komodo berkembang biak dengan baik, populasinya terjaga dan dibiarkan tetap alami.

Lalu apa anda tahu mengenai sejarah Pulau Komodo itu sendiri? Dirangkum berbagai sumber, berikut penjelasannya.

Pulau komodo juga masuk dalam situs warisan UNESCO dan juga masuk ke dalam tujuh keajaiban yang ada di dunia. Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo.

Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda. Yaitu, tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut.

Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti. Selanjutnya, di tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature".

Di mana baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com. Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara.

Dan saat itu Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut. Termasuk juga dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain.

Trapi pada saat itu, Taman Nasional Komodo lah yang mendapatkan suara terbanyak. Sementara itu, etnis yang berdiam di daerah ini adalah Suku Komodo.

Mereka menamakan diri Ata Modo, dan pulau yang mereka diami, mereka sebut Tana Modo. Di tahun 1930an, dikatakan jumlah mereka adalah 143 orang.

Namun dalam kurun waktu 47 tahun, pada tahun 1977 jumlah mereka menjadi 505 jiwa. Maskayarat lokal sendiri memiliki panggilan khusus untuk hewan Komodo, yaitu Orah.

Berawal dari kisah komodo yang lahir dari legenda sejarah zaman dulu dari seorang putri bernama Putri Naga. Hidup di suatu pulau, putri itu menikah dengan lelaki bernama Moja asal pulau sebrang.

Setelah itu, putri pun hamil dan melahirkan anak kembar laki-laki. Namun salah satunya memiliki bentuk yang agak berbeda, yakni mirip seperti kadal dan membuat kedua pasangan ini malu.

Anak tersebut diberi nama Orah, sedangkan bayi yang normal diberi nama Gerong. Orah ini sengaja diasingkan di hutan, lalu Gerong diasuh sampai dewasa dan tumbuh menjadi pria gagah.

Sampai waktunya Gerong berburu rusa, namun tidak sengaja bertemu kadal dan ia pun terus mengejarnya dan menghunuskan tombak. Namun akhirnya putri Naga datang dan melarang Gerong membunuh kadal raksaa, karena sebenarnya kadal tersebut adalah saudara kembarnya.

Setelah itu masyarakat sekitar pun memperlakukan komodo sebagai saudara. Itulah cerita legenda singkat dari asal muasal hewan Komodo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....