Program Gentengisasi Berpotensi Hidupkan Daya Tarik Pariwisata Indonesia

  • 04 Feb 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Penerapan program gentengisasi di sejumlah wilayah di Indonesia dinilai akan menambah nilai positif untuk perkembangan pariwisata. Demikian disampaikan oleh Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bobby Ardyanto. 

"Secara estetika pasti itu jauh akan memberikan satu nilai positif untuk perkembangan pariwisata kita ke depan. Ini yang menjadi satu poin bagaimana penataan pariwisata kita menjadi lebih tertata dan lebih rapi," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 4 Februari 2026.

Program unik yang akan segera diusung Presiden Prabowo Subianto ini meniadakan penggunaan atap seng yang kerap menimbulkan kebisingan. Sebagai gantinya, genteng dari tanah liat akan menjadi pilihan utama untuk menciptakan hunian yang lebih nyaman.

Ia mengingatkan agar penggunaan bahan baku genteng, khususnya tanah liat, tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pemanfaatan tanah liat tidak boleh berdampak pada kerusakan alam.

Ia mencontohkan kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana terdapat desa wisata yang menjadi pusat kerajinan berbahan tanah liat. Namun sudah ditinggalkan karena bahan dari tanah liat berdampak pada kerusakan alam. 

"Di Yogyakarta, ada desa wisata yang menjadi sentra kerajinan tanah liat. Namun sekarang mulai bertransisi meninggalkan bahan tersebut karena ketersediaan tanah liat semakin sulit," ucapnya. 

Ia berharap pemerintah dapat mengkaji secara mendalam penerapan program gentengisasi, termasuk memastikan ketersediaan bahan baku yang ramah lingkungan. Sehingga manfaat estetika dan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

Sementara itu, penerapan gentengisasi di sejumlah wilayah di Indonesia juga dinilai mampu meningkatkan nilai pariwisata. Selain menjaga nilai pariwisata dan estetika, program ini juga akan membenahi hunian warga agar terlihat rapi. 

"Ada juga pembenahan tiang listrik atau kabel-kabel yang ada disana. Langkah ini baik agar mendatangkan wisatawan," ujar Sekretaris Jenderal Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budijanto Ardiansjah. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....