Ekowisata dari Puncak Bukit Daun Hingga Bunga Rafflesia

  • 27 Jan 2026 08:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Desa Air Bening, yang terletak di Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini tengah bersinar sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Pulau Sumatera. Desa ini sukses mentransformasi potensi alamnya yang melimpah menjadi paket wisata yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan dukungan penuh pemerintah daerah.

Langkah signifikan dalam pengembangan wisata desa ini terjadi pada tahun 2025. Pokdarwis Desa Air Bening berinovasi dengan membuka dan meresmikan jalur pendakian baru menuju puncak Bukit Daun. 

Peresmian jalur resmi ini dilaksanakan pada 27 Oktober 2025, menandai komitmen desa dalam mendukung visi "Rejang Lebong Kabupaten Wisata". Pembukaan akses ini membuka peluang bagi para pendaki dan pecinta alam untuk menjelajahi keindahan alam yang sebelumnya kurang terjamah.

Bukit Daun, dengan ketinggian puncaknya mencapai 2.467 meter di atas permukaan laut (mdpl), menawarkan petualangan mendebarkan dengan berbagai objek wisata alam yang menakjubkan di sepanjang jalurnya. Salah satu daya tarik utama yang menanti para pendaki adalah fenomena alam unik Telaga Tujuh Warna. Telaga ini, yang terletak di ketinggian sekitar 1.300 mdpl, menampilkan gradasi warna air yang eksotis dan memukau, menjadi spot foto favorit para pengunjung.

Telaga Tujuh Warna (Foto: Pribadi)

Selain Telaga Tujuh Warna, pendaki yang berhasil mencapai ketinggian yang lebih tinggi akan disuguhi pemandangan spektakuler lainnya, yaitu Danau Telapak Kaki. Danau kecil yang berada di dekat puncak ini menambah kesan magis dan eksotis dari perjalanan pendakian. Keberadaan danau-danau alami ini semakin mengukuhkan posisi Bukit Daun sebagai destinasi pendakian wajib bagi para petualang.

Danau Telapak Kaki (Foto: Pribadi)

Kawasan Hutan Lindung Bukit Daun juga merupakan surga bagi para peneliti botani dan pecinta flora. Hutan ini merupakan habitat asli dari dua puspa langka ikonik Indonesia, yaitu Rafflesia arnoldii dan berbagai jenis tanaman Kantong Semar (Nepenthes sp.). Penemuan bunga Rafflesia yang sedang mekar penuh seringkali menjadi momen langka yang diburu wisatawan, menunjukkan kekayaan biodiversitas yang terjaga di desa ini.

Puspa Langka Rafflesia arnoldii dan Kantong Semar (Foto: Pribadi)

Untuk mendukung aktivitas wisata, Pokdarwis Desa Air Bening juga memperkenalkan inovasi menarik bernama "Titik Nol Ngopi". Ini adalah sebuah area santai yang berfungsi sebagai base camp atau titik awal pendakian. Di sini, pengunjung dapat menikmati kopi lokal khas Rejang Lebong dalam suasana alam yang tenang dan sejuk, menjadi ritual yang sempurna sebelum memulai perjalanan mendaki yang menantang atau sekadar bersantai menikmati suasana desa.

Titik Nol Ngopi (Foto: Pribadi)

Berkat pengelolaan yang baik dan inovasi tiada henti, Desa Air Bening berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Pada malam penganugerahan Anugerah Desa Wisata (ADWI) Provinsi Bengkulu yang digelar pada 19 November 2025, Desa Air Bening dinobatkan sebagai Juara I untuk kategori Daya Tarik Wisata. Prestasi ini membuktikan keseriusan dan kerja keras Pokdarwis dalam mengembangkan potensi desa.

Pengakuan ini didapatkan setelah melalui proses seleksi ketat. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Desa Air Bening berhasil masuk dalam jajaran Top 10 desa wisata terbaik se-Provinsi Bengkulu. Keberhasilan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi masyarakat lokal, tetapi juga meningkatkan visibilitas desa di peta pariwisata nasional.

Memasuki tahun 2026, komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas juga menjadi fokus utama pemerintah desa. Pada 20 Januari 2026, Pemerintah Desa Air Bening melaksanakan opname (evaluasi) pembangunan fisik tahun anggaran 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, memastikan bahwa setiap pembangunan, termasuk fasilitas pendukung pariwisata, berjalan sesuai rencana dan bermanfaat optimal.

Secara keseluruhan, Desa Air Bening adalah contoh nyata keberhasilan ekowisata berbasis masyarakat. Dengan perpaduan keindahan alam yang memukau, flora langka yang dilindungi, inovasi menarik seperti Titik Nol Ngopi, dan manajemen kelembagaan yang transparan, desa ini siap menyambut lebih banyak pengunjung. Desa Air Bening tidak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga edukasi lingkungan dan pengalaman budaya lokal yang kaya, menjadikannya destinasi wisata berkelanjutan yang patut dicontoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....