Tren Micro-tourism Dinilai Dapat Kembangkan Destinasi Wisata Baru
- 03 Jan 2026 16:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tren micro-tourism menguat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Nusa Tenggara Barat. Wisatawan mulai memilih destinasi wisata lokal yang menawarkan pengalaman lebih otentik.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyebut fenomena ini terus bergerak pascapandemi Covid19. "Pergerakan wisata kini tidak hanya di destinasi besar, tetapi menuju hidden gem yang ditemukan wisatawan," ujarnya, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Sabtu (3/1/2026).

Wawancara Pro 3 RRI dengan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, Sabtu (3/1/2025) (Foto: RRI NET)
Ia menjelaskan tren liburan Nataru 2025-2026 menunjukkan pergeseran minat ke luar destinasi utama NTB. "Wisatawan mencari sesuatu yang baru berdasarkan pengalaman traveler lain," kata Ahmad.
Menurutnya lima destinasi besar di NTB, seperti Mandalika, Senggigi, Gili, dan Sembalun tetap menjadi sasaran. Namun ratusan desa wisata kini mulai ramai dikunjungi pelaku micro-tourism.
Ahmad Nur Aulia menyebut terdapat sekitar 300 hingga 400 desa wisata di NTB dikunjungi wisatawan. Banyak desa di kawasan Rinjani menawarkan keindahan alam, seperti air terjun, hutan, dan persawahan.
Ia menilai micro-tourism memberi peluang pemerataan dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat lokal. "Destinasi tersembunyi memberi pengalaman baru dan menjadi kebanggaan saat dibagikan di media sosial," ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong promosi lewat lomba video di media sosial untuk mengungkap hidden gem. "Tren micro-tourism akan terus berkembang dan menghidupkan destinasi baru," kata Ahmad.
Diketahui, fenomena micro-tourism atau berwisata dengan fokus pada perjalanan skala kecil, jarak dekat dan durasi singkat tengah menjadi tren akhir-akhir ini. Pola perjalanan ini dirasa dapat menekan biaya perjalanan tanpa mengurangi makna rekreasi karena berfokus pada eksplorasi lokasi sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....