Serunya Angler Berburu Udang di Sungai Kampar
- 21 Okt 2025 11:51 WIB
- Pekanbaru
KBRN,Pekanbaru: Sungai Kampar di Riau tidak hanya dikenal karena arus deras dan fenomena ombak bono yang mendunia, tetapi juga menjadi surga tersembunyi bagi para pemancing atau angler. Salah satu target paling diminati di sungai ini adalah udang sungai yang terkenal dengan ukuran besar dan cita rasanya yang manis.
Aktivitas menangkap udang di Sungai Kampar bukan sekadar hobi, melainkan sudah menjadi tradisi dan bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Memancing udang di Sungai Kampar membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Arus sungai yang kadang deras menantang para pemancing untuk menemukan spot yang tepat.
Biasanya, spot favorit berada di bagian sungai yang berarus tenang seperti tepi lubuk, pinggiran pohon tumbang, atau di bawah jembatan yang menjadi tempat persembunyian udang. Saat arus mulai melambat, terutama pada sore menjelang malam, inilah waktu emas bagi para angler untuk melempar umpan.
Umpan menjadi kunci utama keberhasilan. Banyak pemancing lokal menggunakan cacing tanah, usus ayam, atau potongan ikan kecil yang beraroma kuat untuk menarik perhatian udang. Beberapa angler berpengalaman bahkan memiliki “ramuan rahasia” berupa campuran bahan alami yang mampu memancing udang keluar dari persembunyiannya.
Kunci utamanya adalah kesegaran umpan dan cara memasangnya agar terlihat alami di dalam air. Meski terlihat sederhana, alat pancing udang memiliki kekhasan tersendiri. Biasanya digunakan joran kecil dengan tali pancing halus dan mata kail berukuran kecil. Beberapa pemancing juga memanfaatkan jala atau bubu udang tradisional untuk mendapatkan hasil lebih banyak. Menariknya, banyak warga sekitar yang masih mempertahankan cara tradisional ini sebagai warisan turun-temurun.
Kegiatan memancing udang kini mulai berkembang menjadi daya tarik wisata lokal. Banyak wisatawan yang datang bukan hanya untuk menikmati keindahan Sungai Kampar, tetapi juga merasakan sensasi strike pertama saat udang menarik kail. Beberapa desa seperti Buluh Nipis, Buluh Cina, dan Tanjung Alai dikenal sebagai lokasi favorit para pemancing karena memiliki populasi udang yang melimpah. Artikel ini dikutip dari cerita Norman warga desa Buluh Nipis yang meyediakan transportasi sungai bagi angler.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....