‎Megahnya Dedap Raya Bulungan, Kipas Raksasa Irau Malinau

  • 17 Okt 2025 10:06 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Kipas raksasa, Dedap Raya karya masyarakat Bulungan akhirnya terbentang sempurna di arena Festival Budaya Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, Padan Liu Burung (PLB), Kamis (16/10/2025).

‎Dedap Raya atau Dedap Sebenua dipamerkan dalam penampilan atraksi Lembaga Adat Bulungan pada Festival Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau yang menghadirkan prosesi perkawinan traditional khas Bulungan.

‎Dalam pementasan tersebut, kipas menjadi bagian penting dari prosesi perkawinan, melambangkan mahar yang diajukan pihak perempuan kepada pihak laki-laki yang diharuskan selesai dalam waktu sehari.

‎Namun, pada realitanya, para pekerja membutuhkan waktu hampir sebulan untuk menuntaskan proyek pembangunan, dengan melibatkan puluhan pekerja.

‎Tokoh adat Bulungan, Indra Bangsawan, yang memimpin proses pembuatan Dedap Raya, menuturkan bahwa pengerjaan karya tersebut melibatkan gotong royong warga Bulungan.

‎“Proses pengerjaan dedap dimulai sejak 20 September. Dedap ini kami buat untuk menyemarakkan pesta budaya di Kabupaten Malinau, khususnya bagi suku Bulungan. Kami namakan Dedap Raya atau Dedap Sebenua, artinya sekampung,” ujar Indra.

‎Kipas berdiameter sekitar 30 meter dan tinggi 15 meter itu tampak mencolok dengan kombinasi warna kuning, hijau, dan merah, warna khas adat Bulungan, di mana rangka utama berbahan kayu yang mencapai total enam kubikan.

‎Menurutnya, kipas memiliki makna filosofis mendalam dalam kehidupan masyarakat Bulungan. Awalnya digunakan dari daun untuk menghidupkan api di hutan, kipas kemudian berkembang menjadi perlengkapan istana pada masa kesultanan.

‎“Ia melambangkan kesejukan, penghormatan, dan kerja sama. Dulu dibuat dari daun untuk menghidupkan api, sekarang menjadi karya monumental yang merekam sejarah kita,” kata Indra.

‎Karya budaya ini siap dinilai untuk pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kipas terbesar di Indonesia, dijadwalkan berlangsung pada penutupan Festival Irau ke-11.

‎Ketua Lembaga Adat Bulungan, Datu Misrah, menyebut Dedap Raya sebagai bukti semangat generasi muda dalam melestarikan budaya. “Kami bangga, karena ini bukan hanya karya besar secara ukuran, tapi juga besar maknanya,” tuturnya.

‎Terlepas dari kemegahan dedap raya pada Festival Irau, kipas, saat ini sudah menjadi bagian dari seni dan ekonomi kreatif masyarakat, bahkan berkembang menjadi produk UMKM khas Bulungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....